Google
 

16 Desember 2007

tentang SKTM utk berobat


kabarnya mulai 1 januari 2008 surat keterangan tidak mampu tak berlaku lagi utk berobat ke RS,benarkah demikian?


darwin selamat


Kebijakan pemerintah yang reaktif dan instan begini memang nggak akan berlangsung lama.


dr. imcw


hidup dg 1 ginjal


Dalam tubuh manusia kan ada 2 ginjal, bila seorang manusia (karena keadaan darurat) harus menolong saudaranya atau keluarganya yang membutuhkan dengan mendonorkan 1 ginjalnya, apa dia masih bisa hidup normal? Apa ada akibat yang fatal jika hidup dengan 1 ginjal?


M. Wendra


Tidak, asal ginjal yang satunya lagi dalam keadaan sehat. Normalnya manusia memang hanya perlu satu ginjal, yang lagi satu buat cadangan.


dr. imcw


Selain hati (liver), ginjal merupakan organ yang sangat pengting fungsinya bagi tubuh kita. Ginjal memiliki 2 fungsi dasar yang menunjang hidup kita, 1. Penyaring racun (obat, minuman, makanan, dll), 2. Penyerapan kembali zat2 yang dibutuhkan oleh tubuh. Jadi jika anda hanya memiliki 1 ginjal: 1.Ya, anda masih bisa hidup normal, namun, anda sudah memiliki kekurangan dalam kemampuan menahan racun, jadi harus ditunjang dengan hidup sehat, olahraga yang tidak terlalu berat, makanan yang sehat dan teratur, hindari alkohol dan obat2 yang tidak perlu, jangan sampai kurang minum, menahan kencing. 2.Akibat paling fatal, 1. Pada donor anda, mungkin ada ketidak cocokan organ, akibatnya bisa saja kematian, 2.PAda anda, kemungkinan untuk menderita penyakit ginjal lebih tinggi, jadi harus diimbangi dengan gaya hidup yang sehat, mengikuti aturan yang ditetapkan oleh dokter anda , dan tentu saja berdoa :)


Anggie Novaldy, dr.


dokter PTT


Saya adalah dokter yang baru lulus November 2007 ini.Saya sudah baca message di milis ini ttg dokter PTT dan semuanya sudah lama (tahun 2006). Untuk sekedar informasi :
1.Dokter yang baru lulus HARUS mengikuti UKDI
2.Setelah ada pengumuman UKDI peserta UKDI dapat membuat sertifikat lulus UKDI.
3.Untuk membuat STR maka peserta harus membawa Sertikfikat lulus UKDI ke KKI
4.Untuk membuat SIP maka harus ada STR dan rekomendasi dari IDI (ttg tempat praktek yang anda ajukan)dibawa ke dinkes.
5.Jika mau langsung kuliah Spesialis maka harus sampai tingkat STR(ttg penerimaan residen tergantung dari masing-masing fakultas atau bagian apakah mau menerima yang belum PTT). Fungsi STR itu untuk mengurus Surat Ijin Praktek bagi para residen di RS Pendidikan masing2.
Mohon perbaikan dari para milis jika informasi ini salah. Apakah ada yang tahu ttg kapan pendaftaran dokter PTT?dan apa saja
persyaratannya?


andreas.ronald


Untuk persyaratan dan lowongan PTT, harus rajin membuka http://ropeg-depkes.or.id untuk PTT nasional. Untuk PTT daerah sangat terggantung dari daerahnya, coba hubungi DinKes daerah masing-masing.


dr. imcw


Hiperhidrosis


begini dok, sewaktu saya konsultasi kedokter spesialis jantung beliau bilang jantung saya tidak ada masalah (sudah didiagnosa) begitu juga sewaktu saya periksa pada dokter spesialis panyakit dalam beliau juga bilang kelenjar gondok/ kelenjar tiroid saya tidak ada masalah semuanya normal. Tapi ketika saya konsultasi kedokter saraf dan bedah saraf_rekomendasi dari dokter spesialis jantung, beliau bilang_spesialis saraf dan bedah saraf, ada kelainan pada saraf otonom dan saraf simpatis saya yaitu mudah sekali mengeluarkan keringat dan beliau tidak bisa memberikan solusi apapun pada saya,
tapi saya diberi obat:
- ATP ?
- zypraz 0,25Mg
- Kamelco 500Mcg
Apa fungsi obat tersebut soalnya tidak ada efek yang saya rasakan, terus saya harus bagaimana menindaklanjuti penyakit saya ini, obatnya atau solusinya apa dan dimana saya bisa mencari dan menyembuhkan penyakit saya ini dok, mohon informasinya,


John


Ketika anda mengatakan bahwa dokter anu atau dokter ini mengatakan kalau anda mengalami kelainan anu, maka yg penting adalah bagaimana ia sampai pada kesimpulan tersebut, apakah benar ia meneliti semua fator yg ada, yg berkaitan dg kondisi yg ditunjukan oleh tubuh anda dg berlebihannya ngucur tersebut?
Sebagai contoh, bagaimana specialis penyakit dalam menegakan diganosa bahwa goindok anda baik, thyroid anda tdk masalah dstnya, apakah dg hanya melihat, hanya meraba, atau dg adanya berbagai test yg dilakukan, sehingga sampai pada kesmipulan bahwa kelenjar dan hormon tersebut tdk ada masalah?
Demikian juga ketika anda mendapatkan jawaban dari bedah sayaraf dan specialis syaraf bahwa kelainan anda ada pada otonom dan simpatis anda, kenapa bisa diberikan kesimpulan yg demikian? mungkin benar ada kelainan, karena dg demikian maka terjadilah hal yg berlebihan tersebut yg memang dikontrol oleh kedua bagian tersebut, tetapi kelainanya bagaimana, kenapa bisa ada kelainan, apakah karena dari sononya terjadi, ataukah kerena satu n lain sebab? apa penyebabnya? kalau anda tau, ada seseorg yg dlm hidupnya selalu makan kacang tertentu, dan akibatnya terjadilah kelainan syaraf dan baru ditemukan ketika sebagian tubuhnya lumpuh tdk bisa bergerak, nah inikan juga kelainan syaraf right? tetapi kesimpulannya bukan terjadi begitu saja melainkan ada unsur2 tertentu dari makanan atau kebiasan hidup tertentu dari ybs yg mengakibatkan terjadilah persoalan tersebut, yg sebenrnya secara bertahap sdh ditunjukan oleh tubuhnya tetapi ia tdk memusingkannya, dan baru menjadi kendala setelah sebagian tubuhnya tdk bisa digerakan. Anda sangat serius utk mencari tau persoalan apa ini yg terjadi, tetapi saya melihat anda menjadi cukup puas dan nrimo ketika apa yg disampaikan ke anda. Nah, saya juga pikir tentunya kasus anda ini tdk mau anda buka di publik, dg konsultasi gartis di milis, karena anda toh bisa berkonsulatsi ke dokter2 ahli yg anda sebutkan satu persatu, jadi kalau anda cukup serius, anda tentunya bisa bertanya langsung kesaya dg jalur japri? Jadi dg jawaban saya ini anda bisa paham kenapa saya biulang informasi anda tdk komplet, karena sebagai seorg ND, saya tdk mau hanya menerima hasil dignosa yg sdh ada, tetapi saya perlu menegakan dignosa berdasarkan pengetahuan dan pengalaman saya sendiri, jadi smeua berbagai test yg sdh ada, perlu diketahuyi, bila ada test2 yg menunjang tetapi belum dilakukan, dan dikendarai penting utk menegakan diaganosa dg baik dan benar, maka kita perlu lakukan. Anda tau, ada pasien yg didiagnosa menderita TBC usus dan ternyata ditemukan kasa didalam bekas operasinya, ada pasien yg di diagnosa anemia aplaitis, ternyata persoalannya bukan disitu, melainkan ditempat lain.


Dr.(Naturopathy) Ir. Donny Hosea MBA. PhD


TBC


Mohon bantuannya, ada atau tidak tes untuk mengetahui seseorang teridap penyakit TBC atau tidak dengan cepat dan pasti?


(c)º°¨ Mey ¨°º(c)


tes standard untuk mendapatkan pengobatan gratis : foto dada ----- LED ------ test BTA (dahak), test BTA cepet kok. FYI, obat tbc gratis lho....


Yulbrin dr


Terima kasih Dok atas informasinya. Tentang obat TBC yang gratis itu harus pake syarat tertentu atau untuk semua orang tanpa terkecuali? Soalnya temen saya punya adik sakit TBC dan dia dirawat di rumah sakit pemerintah, tetapi bayar obatnya mahal banget. Akhirnya dia harus keluar karena ga punya biaya lagi. Saya bertanya informasi sebelumnya karena takut ibunya tertular karena beliau yang merawat adiknya yang TBC itu di rumah.


(c)º°¨ Mey ¨°º(c)


obat tbc gratis di support oleh jepang. disediakan di puskesmas (jangan takut, kualitas oke) syaratnya adalah cukup roentgen, led dan dahak positif. gratis kok..kalau berobat sendiri mahal sekali........


Yulbrin dr


Kutu air?


Dijari manis dan tengah sy sejak sy hamil (2 mgu lalu sdh melahirkan) muncul smcm bintil2 spt kutu air yg sbntar muncul sbntr ilang.Sy obatin dgn terra cortril tetep ga sembuh.Skrg bintilnya mlh berisi nanah n sama dokter umum (dikota sy ga ada dr kulit) dibilang ini bukan kutu air tp alergi.Sy dikasi salep fluocort N dan obat intermoxil 500g.Tp sy sdg menyusui.Apakah obt tsb mempengaruhi asi?


lena hanifah


Obat tersebut bisa digunakan untuk ibu menyusui asal dengan dosis yang dianjurkan.


dr. imcw


Sariawan


Mungkin banyak orang yang mengalami nasib seperti saya, ya ... sakit Sariawan. Sampai - sampai karena seringnya sempet dikatain penyakit keturunan. Udah banyak makan buah2an, suplemen vit.C tetep saja .... Sariawan. Sekali lagi mohon sarannya. Karena kalo sakit sariawan jadi susah ngomong dan badan terasa "nggreges" alias nggak enak badan.


Amin Pranoto


Perlu diingat, sariawan juga bisa disebabkan oleh karena posisi gigi yang tidak bagus sehingga menimbulkan trauma pada mukosa mulut dan organ disekitarnya. Coba di cek ke dokter gigi dulu.


dr. imcw


Murmur


Apa yang dimaksudkan dengan murmur ? Apakah berbahaya ? Bagaimana menyembuhkannya ?


SAndy


murmur adalah suara yang tidak normal yang berasal dari jantung (bising) oleh karena turbulensi darah yang mengenai katup yang mengalami kelainan. Biasanya dapat ditemukan pada kelainan bawaan jantung, tapi dapat juga ditemukan pada penyakit jantung lain.


Berbahaya atau tidak bukan dititikberatkan pada murmurnya, tetapi penyebab dari murmur itu sendiri. Misalnya pada kelainan bawaan pada katup jantung yang berat dapat mengakibatkan gagal jantung.


Sekali lagi, pengobatan terletak pada penyebabnya. Yang pernah saya baca, pengobatan dari kelainan katup (sbg cthnya) adalah pembedahan, yaitu memperbaiki dinding katup yang kaku tadi.


Bunga


klo inncoent murmur itu apa? berbahaya juga kah...? krn anak sy di diagnosa "ada sesuatu" dgn jantung nya oleh dsa di slh st RS. Dsa nya bukan dsa yg biasa menangani ank sy. Wkt itu dia batuk - pilek. stlh kontrol ke dktr spj, ga ada apa2... tp dsa itu ngotot 'ada
sesuatu" dgn jantungnya. akhirnya sy ke dsa anak sy yg biasa menangani anak saya. Dan dibilangnya innocent murmur. Yg ga perlu dikasih tau ke org tua krn akan meresahkan..


bunga_ir


Setahu saya, innocent murmur itu adalah murmur fisiologis yang terdapat akibat keadaan2 tertentu. Misal high output state pada hemodinamik jantung, misal hyperpyrexia, tirotoksikosis, anemia, dst. Jadi bukan murmur patologis karena kelainan struktural pada jantungnya sendiri. Sebaiknya berobatnya ke kardiolog anak saja deh. Juga sebaiknya di Echo supaya tahu strukturalnya.


Disebut bahaya, ya bukan murmurnya yg berbahaya. Tapi sebaiknya dicoba cari apa yg jadi penyebabnya. Mungkin juga ada pada beberapa kondisi atau life span tertentu dimana innocent murmur bisa terdapat.


Maria Vincentia


12 Desember 2007

Hamil disaat menyusui anak umur 13 bulan


Selamat Pagi para Milist dan Dokter serta pemerhati kesehatan. Saya ada pertanyaaan, Istri saya saat ini masih menyusui
anak kami yang berumur 13 bulan (1 tahun 1 bulan) dan disaat yang bersamaan dia sedang Hamil juga. Bagaimanakah sebaiknya apakah anak disapih supaya tidak minum dan diganti dengan formula atau ada alternatif lainnya. Dan apa ada resiko menyusui anak kalau lagi Hamil dan bagaimana efek negatif dan positif terhadap Janin yang dikandung.


Amrios Amsyar


Wah, cepat sekali produksinya, Mas. :) Umur 1 tahun lebih, anak boleh di sapih dan diganti dengan susu formula. Kasihan ibunya, udah hamil memerlukan energi lebih, menyusui malah bisa menyedot energi juga.


dr. imcw


Terima kasih atas tanggapannya Pak Made, ya, sebenarnya kita emang lagi dikejar "setoran" pak, maklumlah umur kita udah tua hahaha...Saya udah pernah nyoba memberikan susu formula tapi, kemudian dia itu alergi terhadap susu formula tersebut, saya coba berikan dari susu formula yang berasal dari susu sapi dan yg berasal dari susu kedelai, akibat dari minum susu tersebut kulit anak saya alergi kemudian setelah dihentikan baru normal kembali. Jika kehamilan tersebut tetap dipertahankan sambil menyusui anak apakah ada efek negatif dan positif terhadap Janin.


Amrios Amsyar


Terhadap janin sih tidak ada efeknya langsung tetapi terhadap ibunya mesti mengkonsumsi makanan yang lebih dari cukup guna memenuhi kebutuhan energi keduanya.


dr. imcw


IPTEK OBAT : Ubi Kayu


Ubi Kayu (Manihot esculenta, Crautz.)
Sinonim :


Familia : Euphorbiaceae


Uraian : Ubi kayu (manihot esculenta) termasuk tumbuhan berbatang pohon lunak atau getas (mudah patah). Ubi kayu berbatang bulat dan bergerigi yang terjadi dari bekas pangkal tangkai daun, bagian tengahnya bergabus dan termasuk tumbuhan yang tinggi. Ubi kayu bisa mencapai ketinggian 1-4 meter. Pemeliharaannya mudah dan produktif. Ubi kayu dapat tumbuh subur di daerah yang berketinggian 1200 meter di atas permukaan air laut. Daun ubi kayu memiliki tangkai panjang dan helaian daunnya menyerupai telapak tangan, dan tiap tangkai mempunyai daun sekitar 3-8 lembar. Tangkai daun tersebut berwarna kuning, hijau atau merah.



Nama Lokal : Cassava (Inggris), Kasapen, sampeu, kowi dangdeur (Sunda); Ubi kayu, singkong, ketela pohon (Indonesia); Pohon, bodin, ketela bodin, tela jendral, tela kaspo (Jawa);



Penyakit Yang Dapat Diobati :
Reumatik, Demam, Sakit kepala, Diare, Cacingan, Mata kabur; Nafsu makan, Luka bernanah, Luka baru kena panas;
Pemanfaatan :
1. Reumatik
a. Bahan: 5 lembar daun ubi kayu, 1/4 sendok kapur sirih. Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus. Cara menggunakan: digunakan sebagai bedak/bobok pada bagian yang sakit.


b. Bahan: 1 potong batang ubi kayu. Cara membuat : direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 4 gelas, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.


2. Demam
a. Bahan: 1 potong batang daun ubi kayu. Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.


b. Bahan: 3 lembar daun ubi kayu. Cara membuat: ditumbuk halus. Cara menggunakan: dipergunakan sebagai kompres.


3. Sakit Kepala
Bahan: 3 lembar daun ubi kayu. Cara membuat: ditumbuk halus. Cara menggunakan: dipergunakan sebagai kompres.


4. Diare
Bahan: 7 lembar daun ubi kayu. Cara membuat: direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Bila anak yang masih menyusui yang kena diare, ibunya yang meminum.


5. Mengusir cacing perut
Bahan: kulit batang ubi kayu secukupnya. Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum menjelang tidur malam.


6. Mata sering kabur
Bahan: daun ubi kayu secukupnya. Cara membuat: direbus, diberi bumbu garam dan bawang putih secukupnya. Cara menggunakan: dimakan bersama nasi setiap hari.


7. Menambah nafsu makan
Bahan: daun ubi kayu secukupnya. Cara membuat: direbus, diberi bumbu garam dan bawang putih
secukupnya. Cara menggunakan: dimakan bersama nasi dan sambal tomat.


8. Luka bernanah
a. Bahan: batang daun ubi kayu yang masih muda. Cara membuat: ditumbuk halus.


b. Bahan: 1 potong buah ubi kayu. Cara membuat: diparut. Cara menggunakan: dibobokan pada bagian tubuh yang luka


9. Luka baru kena barang panas (mis. knalpot)
Bahan: 1 potong buah ubi kayu. Cara membuat: diparut dan diperas untuk diambil airnya, dan dibiarkan beberapa saat sampai tepung (patinya = jawa) mengendap. Cara menggunakan: tepung (pati) dioleskan pada bagian tubuh yang luka.


Komposisi : KANDUNGAN KIMIA : Ubi kayu mempunyai komposisi kandungan kimia ( per 100 gram ) antara lain : - Kalori 146 kal - Protein 1,2 gram - Lemak 0,3 gram - Hidrat arang 34,7 gram - Kalsium 33 mg - Fosfor 40 mg - Zat besi 0,7 mg Buah ubi kayu mengandung ( per 100 gram ) : - Vitamin B1 0,06 mg - Vitamin C 30 mg - dan 75 % bagian buah dapat dimakan. Daun ubi kayu mengandung ( per 100 gram ) : - Vitamin A 11000 SI - Vitamin C 275 mg - Vitamin B1 0,12 mg - Kalsium 165 mg - Kalori 73 kal - Fosfor 54 mg - Protein 6,8 gram - Lemak 1,2 gram - Hidrat arang 13 gram - Zat besi 2 mg - dan 87 % bagian daun dapat dimakan. Kulit batang ubi kayu mengandung tanin, enzim peroksidase, glikosida dan kalsium oksalat.


Arland


IPTEK OBAT : Urang-Aring


Urang-Aring (Eclipta alba (L.) Hassk.)
Sinonim : = Eclipta prostrata, (Linn.) = E. alba et marginata, Boiss. = E. erecta et prostratan, Linn. = E. erecta, Linn. = E.parcifloran Wall. = E. philippinensis Gandog. = E. thermalis Bunge - Verbesina alba, Linn.
Familia : Compositae (Asteraceac)


Uraian : Jenis tanaman liar bertangkai banyak, tumbuh di tempat terbuka seperti di pinggir jalan, tanah lapang, pinggir selokan, dari tepi pantai sampai ketinggian 1.500 m. di atas permukaan laut. Tinggi tanaman mencapai 80 cm., posisi tumbuh tegak kadang-kadang berbaring. Batang bulat berwarna hijau kecoklat-coklatan, berambut agak kasar warna putih. Daun warna hijau bentuk bulat telur memanjang, ujung daun meruncing, pinggir bergerigi halus atau hampir rata, kedua permukaan daun berambut, terasa agak kasar. Bunga majemuk berbentuk bongkol warna putih kecil-kecil. Buahnya memanjang, pipih, keras dan berbulu.


Nama Lokal : Goman, urang aring (jawa), te-lenteyan (Madura),; Daun sipat, keremak janten (Sumatera), Daun tinta (Banda); Mo han lian (China)


Penyakit Yang Dapat Diobati : Muntah darah, mimisan, kencing darah, berak darah, Hepatitis; Diare, Perdarahan rahim, Kurang gizi, Keputihan, Ubanan;


Pemanfaatan : BAGIAN YANG DIPAKAI: Seluruh tanaman, segar atau kering.


KEGUNAAN:
1. Menghentikan perdarahan pada muntah darah (hematemesis), batuk darah (hemoptoe), mimisan (epistaxis), kencing darah (hematuria), berak darah (melena), perdarahan rahim (uterine bleeding).
2. Chronic hepatitis, diare,
3. Kurang gizi pada anak (infantile malnutrition).
4. Keputihan (leucorrhoe),
5. Rambut memutih (ubanan) pada usia muda.
6. Neurasthenia.


PEMAKAIAN: 30-120 gram segar. Atau dikeringkan dijadikan bubuk.


PEMAKAIAN LUAR: Herba segar dilumatkan dibubuhkan ke tempat yang sakit, atau herba segar direbus, untuk cuci pada : Eczema, tinea pedis (jamur), koreng (termasuk koreng di kepala), luka berdarah, gusi bengkak, penyubur rambut.

1. Gusi bengkak:
Yang segar dipanggang sampai kering, dijadikan bubuk (dengan pengolahan). Oleskan bubuk tersebut ke tempat yang sakit.


2. Penyubur rambut:
1 genggam daun eclipta alba dilumatkan, ditambah air 2 gelas, saring. Air saringan tersebut diembunkan satu malam.Cara pemakaian: kulit kepala dibasahi sambil dipijat-pijat, sehari sekali.


3. Koreng di kepala:
Eclipta alba secukupnya direbus, airnya untuk cuci kepala, ampasnya digosokkan ke koreng. Atau herba segar dilumatkan, air perasannya dioleskan ke koreng.


CARA PEMAKAIAN:
1. Keputihan:
30 gram eclipta alba segar ditambah sari (kaldu) ayam ditim, minum.


2. Mimisan:
1 genggam eclipta alba segar dicuci, kemudian dilumatkan, peras. Air perasannya ditambah 5 sloki air putih, ditim supaya panas. Minum sehari 2 kali, sesudah makan.


3. Diare: 30 gram eclipta alba segar direbus, minum.


4. Batuk darah: 60 gram eclipta alba segar dilumatkan, diperas.Air perasannya diseduh air hangat, minum.


5. Muntah darah:
120 gram herba segar dilumatkan, air perasannya ditambah air kencing anak kecil secukupnya, minum.


OBAT PATEN:
Qiangshengbuganpian.
Komposisi : SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Manis, asam, sejuk. Menghentikan perdarahan. (Hemostatic), menurunkan panas (antipyretic), anti racun (antitoxic). Herba ini masuk meridian hati dan ginjal. KANDUNGAN KIMIA: Ecliptine, AlfaTerthienylmethanol, 2-(Buta-1,3-diynyl)-5-(but-3-en-1-ynyl) thiophene, 2-(Buta-1,3-diynyl)-5-(4-chloro-3-hydroxybut-1-ynyl) thiophene, 5-(3-Buten-1-ynyl)-2,2'-bithienyl-5'-methyl acetate, wedelolactone.


Arlang


Gejala atau (sudah) ambien


seminggu yang lalu saya mengalami susah buang air besar,terakhir sempat sya perhatikan kotoran bercampur darah padahal saya tidak ngotot (ngeden)....semalam saya mengalami hal yg sama (susah) dan saya merasa ada yg kurang enak di maaf (dubur)....saya minum laxing u/ pencahar setelah berulang kali ke belakang ..esok harinya saya malah binggung rutinitas saya lakukan akan tetapi tidak ada kotoran sama sekali yg keluar tetapi air yg ada di closed bercampur darah. Apakah saya ini ambien atau masih gejala...bagaimana penanggulangannya terima kasih atas perhatian para dokter.


diks_natal


Kemungkinan ambeien ada, ciri yang diungkapkan bisa karena ambien, namun untuk memastikan harus dilakukan pemeriksaan colok dubur.


dr. imcw


Tiroid


Saya mau tanya, mertua perempuan saya dulu semasa muda kelenjar tiroidnya membesar, oleh dokter sebetulnya disarankan untuk diambil, tetapi beliau tidak mau operasi. Walaupun sampai sekarang tidak kelihatan besar, hanya menggembung sedikit saja, shg orang awam yagn tidak tahu jarang mengetahuinya


Beberapa tahun belakangan ini, ada yagn tidak beres denganjantung beliau. Sudah periksa dan sudah ada pengobatan jalan. Karena beliau pensiunan perawat, beliau mengatakan bahwa penyakit jantung ini diakibatkan dari kelenjar tiroidnya dulu.


Satu bulan yang lalu terjadi shcok, harus masuk ICCU, malah sampai pada paru-parunya berhenti aktifitas selama 30jam.Puji Tuhan, sekarang sudah membaik, kakinya sudah tidak begitu bengkak. Yang saya tanyakan, apakah membesarnya kelenjar tiroid ini adalah penyakit menurun?????


Rin Pras


Penyakit tiroid bukan penyakit keturunan. Penyakit ini bisa bawaan dari lahir atau didapat.


dr. imcw


Mitos Kesehatan


sebagai orang awam, saya suka bingung, setelah bertahun tahun suatu pengetahuan di anggap benar, tahu tahu ada kabar bahwa itu hanya mitos.


hari ini saya dengar, kalau minyak kelapa, santan dan segala turunannya adalah sehat. Sebelumnya saya dengar, kacang ternyata baik untuk kesehatan jantung. Gimana sih sebenarnya ?


pranoto


Ilmu terus berkembang, Pak. Ibarat air ia akan mengalir terus sampai ke muara. Selama muara belum ditemukan maka dia akan terus mengalir dan terus mengalir. Tidak usah bingung, ikuti saja perkembangannya.


dr. imcw


Hasil Mammografi


Istri saya, usia 38 tahun, baru saja menjalani pemeriksaan mammogram yang pertama, mengikuti saran dsog pada saat pemeriksaan papsmear. Tidak ada keluhan atau tanda2 fisik yang mencurigakan (misal: benjolan) selama ini.


Pada laporan hasil pemeriksaan, intinya: tidak tampak kelainan di kedua mammae.


Hanya ada satu kalimat yang ingin saya tanyakan, yaitu: "Di daerah axillar bilateral terlihat k.g.b. kecil-kecil dengan diameter <= 10 mm." Maksud kalimat ini apa ya? Mungkin ada rekan2 wanita atau istri rekan2 yang pernah menemui hal yang sama atau para dokter bisa membantu saya memahami arti kalimat tersebut.


Ardi


KGB atau kelenjar getah bening memang normal ada di tempat itu. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


dr. imcw


06 Desember 2007

Hyperhydrosis


saya punya keluhan sama seperti saudara Die. saya mengalami hyperhydrosis seja SD, namun baru kamarin saya konsul ke beberapa dokter spesialis (spesialis jantung, penyakit dalam, saraf, bedah syaraf). jantung saya tidak ada masalah begitu juga dengan penyakit
dalam, saya tidak punya penyakit dalam apapun tapi ketika saya konsultasi ke dokter saraf dan bedah saraf mereka angkat tangan dengan alasan tidak sanggup karena saya mengalami hyperhydrosis di kedua telapak tangan dan kaki saya, kalau cuma sebagian mereka bilang masih memungkinkan untuk dilakukan pembedahan. pertanyaan saya penanganan apa yang efektif buat saya apa melalui suntik BOTOX,Iontophoresis, ETS, ETS-c, ESB, penyakit ini sungguh mengganggu kehidupan saya: karir, teman, pacar dan banyak hal lainnya yang membuat saya jadi bosan dan minder, mohon pencerahaannya, saya mengiginkan kehidupan baru di tahun baru nanti,


regajohn


Tdk ada yg efektif selama anda tdk mencari penyebabnya., bahkan suntikan tersebut akan meracuni anda n terjadi komplikasi yg lainnya.


Tdk bisa dijamin bahwa dlm 1 minggu atau satu hari atau bahkan 1 tahun anda bisa dibantu menemukan dan menyelesaikan persoalan ini, mengingat penjabaran yg anda tulis tdk lengkap ttg pemeriksaan dlsbnya yg mesti di investigasi sebelum menentukan langkah apa yg perlu diambil utk perbaikan. Apalagi kendla ini sdh anda biarkan selama sekian puluh tahun? sejak SD, dan sekarang anda dikelas berapa?


Dr.(Naturopathy) Ir. Donny Hosea MBA. PhD.

Wasir


Saya saat ini ada masalah dengan buang air besar. Apabila setelah buang air besar anus saya seringkali merasa sakit dan terkadang panas. Apalagi kalau sedang mengendarai motor rasa sakit itu terasa sekali. Teman saya mengatakan apabila anus diraba dan ada benjolan di anus maka itu wasir, namun setelah saya raba saya tidak merasakan adanya benjolan. Saya pun sering mengecek apakah ada darah atau tidak namun tidak ada darah yang keluar. Melihat kondisi saya ini apakah ini merupakan gejala wasir? 6 bulan lalu saya pernah mengeluhkan masalah ini ke dokter dan dokter tersebut memberi saya obat Ardium. Dokter tersebut menyarankan apabila rasa sakit datang Ardium ini bisa dimakan 2 atau 3 kali sehari. Apakah Ardium ini efektif untuk menghilangkan nyeri tersebut?


Sebagai informasi badan saya juga termasuk gemuk ( mungkin termasuk kategori obesitas) tinggi 175 cm dengan berat 98kg, apakah ada kaitannya antara kegemukan saya ini dengan nyeri yang saya alami tersebut?


jacky hendrawan


minum tepung mata beras untuk melancarkan bab secara alami


Moga Kurniajaya


IPTEK OBAT : Wijaya kusuma


Wijaya kusuma (Epiphyllum anguliger)


Familia : Cactaceae


Uraian : Wijayakusuma (Epiphyllum anguliger) termasuk jenis kaktus, divisi anthophita, bangsa opuntiales dan kelas dicotiledoneae. Jenis kaktus terdapat sekitar 1.500 jenis (famili). Tanaman kaktus dapat hidup subur di daerah sedang sampai tropis. Demikian juga tanaman wijayakusuma. Bunga wijayakusuma hanya merekah beberapa saat saja dan tidak semua tanaman wijayakusuma dapat berbunga dengan mudah, tergantung dari iklim, kesuburan tanah dan cara pemeliharaan. Pada umumnya tanaman jenis kaktus sukar untuk ditentukan morfologinya, tetapi wijayakusuma dapat dilihat dengan jelas mana bagian daun dan mana bagian batangnya, setelah tanaman ini berumur tua. Batang pohon wijayakusuma sebenarnya terbentuk dari helaian daun yang mengeras dan mengecil. Helaian daunnya pipih, berwarna hijau dengan permukaan daun halus tidak berduri, lain halnya dengan kaktus-kaktus pada umumnya. Pada setiap tepian daun wijayakusuma terdapat lekukan-lekukan yang ditumbuhi tunas daun atau bunga . Wijayakusuma dapat tumbuh baik ditempat yang tidak terlalu panas.


Nama Lokal : Wijayakusuma (Indonesia);


Penyakit Yang Dapat Diobati :
Luka;
Pemanfaatan :
1. Luka
Bahan: 1 helai daun wijayakusuma
Cara membuat: ditumbuk halus
Cara menggunakan: dioleskan pada luka, kemudian dibalut verban.


Komposisi : kandungan kimia : Tumbuhan wijayakusuma mempunyai daya ampuh untuk meredam rasa sakit dan mampu menetralisir pembekuan darah. Wijayakusuma juga memiliki daya yang dapat mempercepat masaknya luka abses. Komposisi kandungan kimia yang terdapat pada tumbuhan ini belum ada penelitian.


Arland

01 Desember 2007

Himbauan menulis email


buat rekan-rekan pengguna milis ini, mohon kalau reply surat, bagian yang tidak penting pada surat sebelumnya di delete aja. ini akan sangat memudahkan orang lain untuk membaca. demikian terima kasih


sandy liga


Setuju pak, biar pesan diskusi tersampaikan dengan anggota lain. Karena kalo nggak beraturan alias panjang biasanya kita malas untuk unrun rembug ??


Amin Pranoto


IPTEK OBAT : Wortel


Wortel (Daucus carota, Linn.)
Sinonim : Daucus carota, Linn.
Familia : Apiaceae


Uraian : Wortel (Daucus carota) adalah tumbuhan sayur yang ditanam sepanjang tahun. Terutama di daerah pegunungan yang memiliki suhu udara dingin dan lembab, kurang lebih pada ketinggian 1200 ineter di atas permukaan laut. Tumbuhan wortel mernbutuhkan sinar matahari dan dapat turnbuh pada sernua musim. Wortel mempunyai batang daun basah yang berupa sekumpulan pelepah (tangkai daun) yang muncul dari pangkal buah bagian atas (umbi akar), mirip daun seledri. Wortel menyukai tanah yang gembur dan subur. Menurut para botanis, wortel (Daucus carota) dapat dibedakan atas beberapa jenis, di antaranya: WORTEL (Daucus carota, Linn.) - jenis imperator, yakni wortel yang memiliki umbi akar berukuran panjang dengan ujung meruncing dan rasanya kurang manis. - jenis chantenang, yakni wortel yang memiliki umbi akar berbentuk bulat panjang dan rasanya manis. - jenis mantes, yakni wortel hasil kornbinasi dari jenis wortel imperator dan chantenang. Umbi akar wortel berwarna khas oranye.



Nama Lokal : Carrot (Inggris), Carotte (Perancis), Bortel (Belanda); Wortel (Indonesia), Bortol (Sunda), Wortel, Ortel (Madura); Wortel, Wortol, Wertol, Wertel, Bortol (Jawa);


Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kejang Jantung, Eksim, Cacing Kremi, Mata minus;
Pemanfaatan :
1. Kejang Jantung
Bahan: umbi wortel, 2 sendok madu, dan 1 potong gula aren;
Cara membuat: wortel diparut dan diperas dengan 2 gelas air, kemudian dioplos dengan bahan lainnya sampai merata;
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari.
2. Eksim
a. Bahan:1 umbi wortel dan 1 sendok teh kapur sirih;
Cara membuat: wortel diparut dan dicarnpur dengan kapur sirih sampai merata;
Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian yang sakit dan dibalut dengan verban.
b. Bahan: 3 umbi wortel;
Cara membuat: diparut dan disedu dengan 2 gelas air masak;
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari.
3. Cacing Kremi
Bahan: 5-7 umbi wortel, garam dan santan kelapa secukupnya;
Cara membuat: wortel diparut, kemudian ditambah dengan bahan lainnya;
Cara menggunakan: diperas dan disaring, kemudian diminum menjelang tidur malam.
4. Mata Minus
Bahan: umbi wortel secukupnya;
Cara membuat: diparut dan diperas untuk diambil airnya;
Cara menggunakan: diminurn setiap pagi hari secara teratur.


Komposisi : KANDUNGAN KIMIA : Wortel (Daucus carota) mempunyai nilai kandungan Vitamin A yang tinggi yaitu sebesar 12000 SI. Sementara komposisi kandungan unsur yang lain adalah kalori sebesar 42 kalori, protein 1,2 gram, lemak 0,3 gram, hidrat arang 9,3 gram, kalsium 39 miligram, fosfor 37 miligram, besi 0,8 miligram, vitamin B 1 0,06 miligram, dan vitamin C 6 miligram. Komposisi di atas diukur per 100 gram.


Arland


Kesemutan


Beberapa ini badan saya rasanya drop, pundak rasanya 'kenceng', cepat merasa ngantuk, tetapi dalam tidur ngga bisa nyenyak, nah pagi ini badan kok kesemutan. Kenapa ya, dok?Memang saya belum periksa tensi. Perlu diketahui, tensi saya biasa rendah .Kadang sampai 90/60.


Rin pras


Kesemutan, ada karena beberapa hal. Ya ... untuk lebih akuratnya sebaiknya ibu cehk-up ke laboratorium klinik terdekat. Baru .... konsultasi dokter umum.


A Pranoto


29 November 2007

Teori Merebus Katak


Teori Merebus Katak

Andaikan pada sebuah panci berisi air kita masukkan katak. Lalu panci tersebut kita panaskan di atas kompor secara bertahap. Saat air masih dingin katak diam saja. Kemudian ketika air mulai memanas sedikit demi sedikit, tubuh katak akan melakukan penyesuaian suhu. Memang demikianlah salah satu kekhasan binatang katak, dimana tubuhnya bisa menyesuaikan diri dengan kondisi sekitarnya.

Lama kelamaan saat suhu terus menaik, katak pun merasa kepanasan. Tapi ia bisa terus melakukan penyesuaian suhu. Sampai pada suhu tertentu, dimana tubuhnya tak bisa lagi melakukan penyesuaian, ia merasa kepanasan dan ingin melompat keluar. Namun karena suhu yang sudah tinggi tersebut, kakinya menjadi kepanasan dan tak kuat untuk melompat. Ia menjadi lemah. Sehingga akhirnya saat suhu air dalam panci tersebut sudah demikian tinggi, katak itu pun mati karenanya. Demikianlah analogi teoritis mengenai proses bagaimana seekor katak bisa mati terebus dalam air, karena instink survival berjalan berlawanan dengan instink penyesuaian diri yang berlebihan.

Makna filosofis dari cerita fabel tersebut sering berlaku pula pada manusia. Banyak manusia yang terjatuh pada sebuahkesalahan. Berbuat kesalahan yang fatal berawal dari kesalahan-kesalahan kecil yang dianggap biasa. Atau melakukan proses penyesuian diri atau kompromi yang berlebihan sehingga melupakan rasa mawas diri.

Seorang anak yang sedang bermain-main api, diingatkan oleh ibunya, "Hai nak, janganlah bermain-main api. Terbakar tanganmu
nanti". "Nggak apa kok bu, apinya kecil kok", kata sang anak kecil. Namun seringkali terjadi api kecil jadi membesar dan mencelakakan. Ibu yang sudah puluhan tahun mengalami pengalaman hidup menyadari hal tersebut. Namun anak kecil yang baru beberapa tahun hidup di dunia ini, sering meremehkan hal-hal kecil tersebut.


M Yusuf


Kalau anda melihat Film Documenter peraih Oscar ttg Global Warming yaitu Unconvenient Truth, maka hal itu tergambar jelas, bahkan ada animasi ttg katak yg direbus ini. Pada kondisi yg anda tulis itu,,,satu2nya cara menyelamatkan si Katak adalah mengambilnya sesegera mungkin dari air yg panas tadi. Hal ini akan lain jika katak meloncat ke dalam air yang panas, maka self defense-nya akan memerintahkan dia utk segera angkat kaki dari situasi yg membahayakan dirinya. Teori ini diaplikasikan utk banyak hal spt psikologis, enviroment, economics etc


dr. Kristianto Budi Wibowo


Di Discovery Channel kalau nggak salah juga ada film dokumenter tentang "Quest of Nutrition", yang mengambarkan gaya hidup dan pola makanan hampir di semua tempat dibumi dalam hal hubungan nya dengan kesehatan manusia masa kini dan masa mendatang. Disana juga dibahas bagaimana cara mengatasi / menghindari penyakit degeneratif yang saat ini akan hingap di setiap tubuh seseorang yang kurang memiliki antipasi yang baik dalam menghadapi perubahan bumi yang semakin hari tingkat polusinya semakin tingi.


Ivan Purba


Dari sisi PETA (organisasi yg membela hak asasi kebinatangan) adalah sangat tragis melakukan percobaan dg menyiksa binatang dg memberikannya pilihan utk tetap dimatikan demi kepentingan manusia menunjukan kehebatannya melakukan analisa rekasi cepat lambat dlm kehidupan mahluk hidup.


Dr.(Naturopathy) Ir. Donny Hosea MBA. PhD.


28 November 2007

Vaksin penyebab Autis


Vaksin penyebab Autis

Buat para Pasangan MUDA, oom dan tante yg punya keponakan atau bahkan calon ibu, perlu nih dibaca ttg autisme. Bisa di share kepada yang masih punya anak kecil supaya ber-hati2.
Setelah kesibukan yg menyita waktu, baru sekarang saya bisa dapat waktu luang membaca buku "Children with Starving Brains" karangan Jaquelyn McCandless,MD yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Grasindo.
Ternyata buku yang saya beli di toko buku Gramedia seharga Rp. 50,000, itu benar2 membuka mata saya, dan sayang sekali baru terbit setelah anak saya

Joey (27 bln) didiagnosa mengidap Autisme Spectrum Disorder. Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar membuat saya menangis. Selama 6 bulan pertama hidupnya (Agustus 2001 - Februari 2002), Joey memperoleh 3 kali suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3 kali suntikan vaksin HiB. Menurut buku tersebut (halaman 54 - 55) ternyata 2 macam vaksin yang diterima anak saya dalam 6 bulan pertama hidupnya itu positif mengandung zat pengawet Thimerosal , yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme Spectrum Disorder yang meledak pada sejak awal tahun 1990 an. Vaksin yang mengandung Thimerosal itu sendiri sudah dilarang di Amerika sejak akhir tahun 2001. Alangkah sedihnya saya, anak yang saya tunggu kehadirannya selama 6 tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah rumahsakit besar yang bagus, terkenal, dan mahal di Karawaci Tangerang, dengan harapan memperoleh treatment yang terbaik, ternyata malah "diracuni" oleh Mercuri dengan selubung vaksinasi. Beruntung saya masih bisa memberi ASI sampai sekarang, sehingga Joey tidak menderita Autisme yang parah. Tetapi tetap saja, sampai sekarang dia belum bicara , harus diet pantang gluten dan casein, harus terapi ABA, Okupasi, dan nampaknya harus dibarengi dengan diet supplemen yang keseluruhannya sangat besar biayanya .
Melalui e-mail ini saya hanya ingin menghimbau para dokter anak di Indonesia, para pejabat di Departemen Kesehatan, tolonglah baca buku tersebut diatas itu, dan tolong musnahkan semua vaksin yang masih mengandung Thimerosal .
Jangan sampai (dan bukan tidak mungkin sudah terjadi) sisa stok yang tidak habis di Amerika Serikat tersebut diekspor dengan harga murah ke Indonesia dan dikampanyekan sampai ke puskesmas-puskesmas seperti contohnya vaksin Hepatitis B, yang sekarang sedang giat-giatnya dikampanyekan sampai ke pedesaan. Kepada para orang tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif, dan assertif dengan menolak vaksin yang mengandung Thimerosal tersebut, cobalah bernegosiasi dengan dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan HiB yang tidak mengandung Thimerosal.

Juga tolong e- mail ini diteruskan kepada mereka yang akan menjadi orang tua, agar tidak mengalami nasib yang sama seperti saya. Sekali lagi, jangan sampai kita kehilangan satu generasi anak-anak penerus bangsa, apalagi jika mereka datang dari keluarga yang berpenghasilan rendah yang untuk makan saja sulit apalagi untuk membiayai biaya terapi supplemen, terapi ABA, Okupasi, dokter ahliAutisme (yang daftar tunggunya sampai berbulan-bulan) , yang besarnya sampai jutaan Rupiah per bulannya.

Terakhir, mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan ribuan teman-teman senasibnya di Indonesia yang sekarang sedang berjuang membebaskan diri dari belenggu Autisme.

"Let's share with others... Show them that WE care


Primadhana Astara


MENYIKAPI KONTROVERSI AUTISME DAN IMUNISASI MMR


dr. Widodo Judarwanto, Rumah Sakit Bunda Jakarta dalam waktu terakhir ini kasus penderita autisme tampaknya semakin meningkat pesat. Autisme tampak menjadi seperti epidemi ke berbagai belahan dunia. Dilaporkan terdapat kenaikan angka kejadian penderita Autisme yang cukup tajam di beberapa negara. Keadaan tersebut di atas cukup mencemaskan mengingat sampai saat ini penyebab autisme multifaktorial, masih misterius dan sering menjadi bahan perdebatan diantara para klinisi.


Autisme adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial.Perdebatan yang terjadi akhir-akhir ini berkisar pada kemungkinan hubungan autisme dengan imunisasi MMR (Mumps, Measles, Rubella). Banyak orang tua menolak imunisasi karena mendapatkan informasi bahwa imunisasi MMR dapat mengakibatkan autisme. Akibatnya anak tidak mendapatkan perlindungan imunisasi untuk menghindari penyakit-penyakit justru yang lebih berbahaya seperti hepatitis B, Difteri, Tetanus, pertusis, TBC dan sebagainya. Banyak penelitian yang dilakukan secara luas ternyata membuktikan bahwa autism tidak berkaitan dengan imunisasi MMR. Tetapi memang terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa Autism dan imunisasi MMR berhubungan.


Imunisasi MMR adalah imunisasi kombinasi untuk mencegah penyakit Campak, Campak Jerman dan Penyakit Gondong. Pemberian
vaksin MMR biasanya diberikan pada usia anak 16 bulan. Vaksin ini adalah gabungan vaksin hidup yang dilemahkan. Semula vaksin ini ditemukan secara terpisah, tetapi dalam beberapa tahun kemudian digabung menjadi vaksin kombinasi. Kombinasi tersebut terdiri dari virus hidup Campak galur Edmonton atau Schwarz yang telah dilemahkan, Componen Antigen Rubella dari virus hidup Wistar RA 27/3 yang dilemahkan dan Antigen gondongen dari virus hidup galur Jerry Lynn atau Urabe AM-9.


Pendapat yang mendukung autism berkaitan dengan imunisasi :
Terdapat beberapa penelitian dan beberapa kesaksian yang mengungkapkan Autisme mungkin berhubungan dengan imunisasi MMR.
Reaksi imunisasi MMR secara umum ringan, pernah dilaporkan kasus meningoensfalitis pada minggu 3-4 setelah imunisasi di Inggris dan beberapa tempat lainnya. Reaksi klinis yang pernah dilaporkan meliputi kekakuan leher, iritabilitas hebat, kejang, gangguan kesadaran, serangan ketakutan yang tidak beralasan dan tidak dapat dijelaskan, defisit motorik/sensorik, gangguan penglihatan, defisit visual atau bicara yang serupa dengan gejala pada anak autism.


Andrew Wakefielddari Inggris melakukan penelitian terhadap 12 anak, ternyata terdapat gangguan Inflamantory Bowel disesase pada anak autism. Hal ini berkaitan dengan setelah diberikan imunisasi MMR. Bernard Rimland dari Amerika juga mengadakan penelitian mengenai hubungan antara vaksinasi terutama MMR (measles, mumps rubella ) dan autisme. Wakefield dan Montgomery melaporkan adanya virus morbili (campak) dengan autism pada 70 anak dari 90 anak autism dibandingkan dengan 5 anak dari 70 anak yang tidak autism. Hal ini hanya menunjukkan hubungan, belum membuktikan adanya sebab akibat.


Jeane Smith seorang warga negara Amerika bersaksi didepan kongres Amerika : kelainan autis dinegeri ini sudah menjadi epidemi, dia dan banyak orang tua anak penderta autisme percaya bahwa anak mereka yang terkena autisme disebabkan oleh reaksi dari vaksinasi. Sedangkan beberapa orang tua penderita autisme di Indonesia pun berkesaksian bahwa anaknya terkena autisme setelah diberi imunisasi


Pendapat yang menentang bahwa imunisasi menyebabkan autisme Sedangkan penelitian yang mengungkapkan bahwa MMR tidak mengakibatkan Autisme lebih banyak lagi dan lebih sistematis. Brent Taylor, melakukan penelitian epidemiologik dengan menilai 498 anak dengan Autisme. Didapatkan kesimpulan terjadi kenaikkan tajam penderita autism pada tahun 1979, namun tidak ada peningkatan kasus autism pada tahun 1988 saat MMR mulai digunakan. Didapatkan kesimpulan bahwa kelompok anak yang tidak mendapatkan MMR juga terdapat kenaikkan kasus aurtism yang sama dengan kelompok yang di imunisasi MMR.


Dales dkk seperti yang dikutip dari JAMA (Journal of the American Medical Association) 2001, mengamati anak yang lahir sejak tahun 1980 hingga 1994 di California, sejak tahun 1979 diberikan imunisasi MMR. Menyimpulkan bahwa kenaikkan angka kasus Autism di California, tidak berkaitan dengan mulainya pemberian MMR.


Intitute of medicine, suatu badan yang mengkaji keamanan vaksin telah melakukan kajian yang mendalam antara hubungan Autisme dan MMR. Badan itu melaporkan bahwa secara epidemiologis tidak terdapat hubungan antara MMR dan ASD. The British Journal of General Practice mepublikasikan penelitian De Wilde, pada bulan maret 2001. Meneliti anak dalam 6 bulan setelah imunisasi MMR dibandingkan dengan anak tanpa Autisme. Menyimpulkan tidak terdapat perubahan perilaku anak secara bermakna antara kelompok control dan kasus. Pada jurnal ilmiah Archives of Disease in Childhood, September 2001, The Royal College of Paediatrics and Child Health, menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mendukung adanya hipoteda kaitan imunisasi MMR dan Autisme. Para profesional di bidang kesehatan tidak usah ragu dalam merekomendasikan imunisasi MMR pada pasiennya..


Makela A, Nuorti JP, Peltola H tim peneliti dari Central Hospital Helsinki dan universitas Helsinky Finlandia pada bulan Juli 2002 telah melakukan penelitian terhadap 535.544 anak yang mendapatkan imunisasi MMR sejak 1982 hingga 1986, yang dilakukan pengamatan 3 bulan setelah di Imunisasi. Mereka menyimpulkan bahwa tidak menunjukkan hubungan yang bermakana antara imunisasi MMR dengan penyakit neurologis (persrafan) seperti ensefalitis, aseptik meningitis atau autisme. Kreesten Meldgaard Madsen dkk bulan November 2002,melakukan penelitian sejak tahun 1991 - 1998 terhadap 440.655 anak yang mendapatkan imunisasi MMR. Hasilnya menunjukkan tidak terbukti hipotesis hubungan MMR dan Autisme.


Rekomendasi Intitusi atau Badan Kesehatan Dunia Beberapa institusi atau badan dunia di bidang kesehatan yang independen dan sudah diakui kredibilitasnya juga melakukan kajian ilmiah dan penelitian tentang tidak adanya hubungan imunisasi dan autisme. Dari hasil kajian tersebut, dikeluarkan rekomendasi untuk tenaga profesional untuk tetap menggunakan imunisasi MMR dan thimerosal karena tidak terbukti mengakibatkan Autisme.


The All Party Parliamentary Group on Primary Care and Public Health pada bulan Agustus 2000, menegaskan bahwa MMR aman. Dengan memperhatikan hubungan yang tidak terbukti antara beberapa kondisi seperti inflammatory bowel disease (gangguan pencernaan) dan autisme adalah tidak berdasar.


WHO (World Health Organisation), pada bulan Januari 2001 menyatakan mendukung sepenuhnya penggunaan imunisasi MMR dengan didasarkan kajian tentang keamanan dan efikasinya.


Beberapa institusi dan organisasi kesehatan bergengsi di Inggris termasuk the British Medical Association, Royal College of General Practitioners, Royal College of Nursing, Faculty of Public Health Medicine, United Kingdom Public Health Association, Royal College of Midwives, Community Practitioners and Health Visitors Association, Unison, Sense, Royal Pharmaceutical Society, Public Health Laboratory Service and Medicines Control Agency pada bulan januari tahun 2001 setelah mengadakan pertemuan dengan pemerintahan Inggris mengeluarkan pernyataan bersama yaitu MMR adalah vaksin yang sangat efektif dengan laporan keamanan yang sangat baik. Secara ilmiah sangat aman dan sanagat efektif untuk melindungi anak dari penyakit. Sangat merekomendasikan untuk memberikan MMR terhadap anak dan tanpa menimbulkan resiko.


The Committee on Safety of Medicine (Komite Keamanan Obat) pada bulan Maret 2001, menyatakan bahwa kesimpulan dr Wakefield tentang vaksin MMR terlalu premature. Tidak terdapat sesuatu yang mengkawatirkan. The Scottish Parliament?s Health and Community Care Committee, juga menyatakan pendapat tentang kontroversi yang terjadi, yaitu Berdasarkan pengalaman klinis berbasis bukti, tidak terdapat hubungan secara ilimiah antara MMR dan Autisme atau Crohn disease. Komite tesebut tidak merekomendasikan perubahan program imunisasi yang telah ditetapkan sebelum nya bahwa MMR tetap harus diberikan.


The Irish Parliament?s Joint Committee on Health and Children pada bulan September 2001, melakukan review terhadap beberapa penelitian termasuk presentasi Dr Wakefield yang mengungkapkan AUTISM berhungan dengan MMR. Menyimpulkan tidak ada hubungan antara MMR dan Autisme. Tidak terdapat pengalaman klinis lainnya yang mebuktikan bahan lain di dalam MMR yang lebih aman dibandingkan kombinasi imunisasi. MMR.


The American Academy of Pediatrics (AAP), organisasi profesi dokter anak di Amerika Serikat pada tanggal 12 ? 13 Juni 2000 mengadakan konferensi dengan topik "New Challenges in Childhood Immunizations" di Oak Brook, Illinois Amerika Serikat yang dihadiri para orang tua penderita autisme, pakar imunisasi kesehatan anak dan para peneliti. Pertemuan tersebut merekomendasikan bahwa tidak terdapat huibungan antara MMR dan Autisme. Menyatakan bahwa pemberian imunisasi secara terpisah tidak lebih baik dibandingkan MMR, malahan terjadi keterlambatan imunisasi MMR. Selanjutnya akan dilakukan penelitian lebih jauh tentang penyebab Autisme.


BAGAIMANA SIKAP KITA SEBAIKNYA ?
Bila mendengar dan mengetahui kontroversi tersebut, maka masyarakat awam bahkan beberapa klinisipun jadi bingung. Untuk menyikapinya kita harus cermat dan teliti dan berpikiran lebih jernih. Kalau mengamati beberapa penelitian yang mendukung adanya autisme berhubungan dengan imunisasi, mungkin benar sebagai pemicu. Secara umum penderita autisme sudah mempunyai kelainan genetik (bawaan) dan biologis sejak awal. Hal ini dibuktikan bahwa genetik tertentu sudah hampir dapat diidentifikasi dan penelitian terdapat kelainan otak sebelum dilakukan imunisasi. Kelainan autism ini bisa dipicu oleh bermacam hal seperti imunisasi, alergi makanan, logam berat dan sebagainya. Jadi bukan hanya imunisasi yang dapat memicu timbulnya autisme. Pada sebuah klinik tumbuh kembang anak didapatkan 40 anak dengan autism tetapi semuanya tidak pernah diberikan imunisasi. Hal ini membuktikan bahwa pemicu autisme bukan hanya imunisasi.


Penelitian yang menunjukkan hubungan keterkaitan imunisasi dan autism hanya dilihat dalam satu kelompok kecil (populasi) autism. Secara statistik hal ini hanya menunjukkan hubungan, tidak menunjukkan sebab akibat. Kita juga tidak boleh langsung terpengaruh pada laporan satu atau beberapa kasus, misalnya bila orang tua anak autism berpendapat bahwa anaknya timbul gejala autism setelah imunisasi. Kesimpulan tersebut tidak bisa digeneralisasikan terhadap anak sehat secara umum (populasi lebih luas). Kalau itu terjadi bisa saja kita juga terpengaruh oleh beberapa makanan yang harus dihindari oleh penderita autism juga juga akan dihindari oleh anak sehat lainnya. Jadi logika tersebut harus dicermati dan dimengerti.


Bila terpengaruh oleh pendapat yang mendukung keterkaitan autism dan imunisasi tanpa melihat fakta penelitian lainnya yang lebih jelas, maka kita akan mengabaikan imunisasi dengan segala akibatnya yang jauh lebih berbahaya pada anak. Penelitian dalam jumlah besar dan luas secara epidemiologis lebih bisa dipercaya untuk menunjukkan sebab akibat dibandingkan laporan beberapa kasus yang jumlahnya relatif tidak bermakna secara umum. Beberapa institusi atau badan kesehatan dunia yang bergengsi pun telah mengeluarkan rekomendasi untuk tetap meneruskan pemberian imunisasi MMR. Hal ini juga menambah keyakinan kita bahwa memang Imunisasi MMR memang benar aman.


Kontroversi itu terus berlanjut terus, namun kita bisa mengambil hikmah dan jalan yang terbaik anak kita harus imunisasi atau tidak ? Untuk meyakinkan hal tersebut mungkin kita bisa berpedoman pada banyak penelitian yang lebih dipercaya validitasnya secara statistik dengan populasi lebih banyak dan luas yaitu Autisme tidak berhubungan dengan MMRl. Demikian pula kita harus percaya terhadap rekomendasi berbagai badan dunia kesehatan yang independen dan terpercaya setelah dilakukan kajian ilmiah terhadap berbagai penelitian yang dilakukan oleh beberapa pakar kesehatan anak di berbagai dunia maju.


Dari beberapa hal tersebut diatas, tampaknya dapat disimpulkan bahwa Imunisasi MMR tidak mengakibatkan Autisme, bila anak kita sehat dan tidak berbakat autisme. Tetapi diduga imunisasi dapat memicu memperberat timbulnya gangguan perilaku pada anak yang sudah mempunya bakat autisme secara genetik sejak lahir.


Tetapi tampaknya teori, penelitian atau pendapat beberapa kasus yang mendukung keterkaitan autisme dengan imunisasi, tidak boleh diabaikan bergitu saja. Meskipun laporan penelitian yang mendukung hubungan Autisme dan imunisasi hanya dalam populasi kecil atau bahkan laporan perkasus anak autisme. Sangatlah bijaksana untuk lebih waspada bila anak kita sudah mulai tampak ditemukan penyimpangan perkembangan atau perilaku sejak dini, memang sebaiknya untuk mendapatkan imunisasi MMR harus berkonsultasi lebih jelas dahulu dengan dokter anak. Bila anak kita sudah dicurigai ditemukan bakat kelainan Autism sejak dini atau beresiko terjadi autisme, mungkin bisa saja menunda dahulu imunisasi MMR sebelum dipastikan diagnosis Autisme dapat disingkirkan. Meskipun sebenarnya pemicu atau faktor yang memperberat Autisme bukan hanya imunisasi. Dalam hal seperti ini kita harus memahami dengan baik resiko, tanda dan gejala autisme sejak dini.


Tetapi bila anak kita sehat, tidak beresiko atau tidak menunjukkan tanda dini gejala Autisme maka kita tidak perlu kawatir untuk mendapatkan imunisasi tersebut. Kekawatiran terhadap imunisasi tanpa didasari pemahaman yang baik dan pemikiran yang jernih akan menimbulkan permasalahan kesehatan yang baru pada anak kita. Dengan menghindari imunisasi maka akan timbul permasalahan baru yang lebih berbahaya dan dapat mengancam jiwa terutama bila anak terkena infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi.


Sejak pemberian vaksinasi secara luas di Amerika Serikat, jumlah kasus penyakit pada anak seperti campak dan pertusis (batuk rejan/batuk seratus hari) turun hingga 95% lebih. Imunisasi telah melindungi anak-anak dari penyakit mematikan dan telah menyelamatkan ribuan nyawa. Saat ini beberapa penyakit sangat jarang timbul sehingga para orang tua kadang mempertanyakan apakah vaksinasi masih diperlukan.


Anggapan yang keliru ini hanya salah satu dari kesalahpahaman mengenai imunisasi. Kebenarannya adalah bahwa sebagian besar vaksin mampu mencegah penyakit yang masih ada di dunia, walaupun angka kejadian penyakit tersebut jarang. Vaksinasi masih sangat berperan penting dalam menjaga kesehatan anak. Bacalah lebih lanjut tentang imunisasi secara lebih jelas dalam uraian berikut!
Apa yang terjadi pada tubuh dengan imunisasi


Vaksin bekerja dengan mempersiapkan tubuh anak anda untuk memerangi penyakit. Setiap suntikan imunisasi yang diberikan mengandung kuman mati atau yang dilemahkan, atau bagian darinya, yang menyebabkan penyakit tertentu. Tubuh anak anda akan dilatih untuk memerangi penyakit dengan membuat antibodi yang mengenali bagian-bagian kuman secara spesifik. Kemudian akan timbul respon tubuh yang menetap atau dalam jangka panjang. Jadi, ketika anak terpapar pada penyakit yang sebenarnya, antibodi telah siap pada tempatnya dan tubuh tahu cara memeranginya sehingga anak tidak jatuh sakit. Inilah yang disebut sebagai imunitas (ketahanan tubuh terhadap penyakit tertentu).


Fakta dan mitos


Yang patut disayangkan, beberapa orang tua yang salah mendapatkan informasi mengenai vaksin memutuskan untuk tidak memberikan imunisasi pada anak mereka, akibatnya risiko anak tersebut untuk jatuh sakit lebih besar. Untuk lebih memahami keuntungan dan risiko dari vaksinasi, berikut ini beberapa mitos umum yang ada di masyarakat dan faktanya. Imunisasi akan menimbulkan penyakit yang seharusnya ingin dicegah dengan vaksinasi pada anak saya


Anggapan ini timbul pada beberapa orang tua yang memiliki kekhawatiran besar terhadap vaksin. Adalah suatu hal yang mustahil untuk menderita penyakit dari vaksin yang terbuat dari bakteri atau virus yang telah mati atau bagian dari tubuh bakteri atau virus tersebut. Hanya imunisasi yang mengandung virus hidup yang dilemahkan, seperti vaksin cacar air (varicella) atau vaksin campak, gondong, dan rubela (MMR), yang mungkin dapat memberikan bentuk ringan dari penyakit tersebut pada anak. Namun hal tersebut hampir selalu tidak lebih parah dari sakit yang dialami jika seseorang terinfeksi oleh virus hidup yang sebenarnya. Risiko timbulnya penyakit dari vaksinasi amatlah kecil.


Vaksin dari virus hidup yang tidak lagi digunakan di Amerika Serikat adalah vaksin polio oral (diberikan melalui tetes ke dalam mulut anak). Keberhasilan program vaksinasi memungkinkan untuk mengganti vaksin virus dari virus hidup ke virus yang telah dimatikan yang dikenal sebagai vaksin polio yang diinaktifkan. Perubahan ini secara menyeluruh telah menghapuskan penyakit polio yang ditimbulkan oleh imunisasi di Amerika Serikat. Jika semua anak lain yang berada di sekolah diimunisasi, tidak ada bahaya jika saya tidak mengimunisasi anak saya


Adalah benar bahwa kemungkinan seorang anak untuk menderita penyakit akan rendah jika yang lainnya diimunisasi. Jika satu orang berpikir demikian, kemungkinan orang lain pun akan berpikir hal yang sama. Dan tiap anak yang tidak diimunisasi memberikan satu kesempatan lagi bagi penyakit menular tersebut untuk menyebar. Hal ini pernah terjadi antara tahun 1989 dan 1991 ketika terjadi wabah campak di Amerika Serikat. Perubahan laju imunisasi pada anak pra sekolah mengakibatkan lonjakan tinggi pada jumlah kasus campak, angka kematian, serta jumlah anak dengan kerusakan menetap akibatnya. Hal serupa pernah terjadi di Jepang dan Inggris pada tahun 1970 yaitu wabah pertusis (batuk rejan/batuk seratus hari) yang terjadi saat laju imunisasi menurun.


Walaupun angka laju vaksinasi cukup tinggi di Amerika Serikat, tidak dapat dijamin bahwa anak anda hanya akan kontak dengan orang-orang yang telah divaksinasi, apalagi sekarang banyak orang bepergian dari dan ke luar negeri. Sepeti wabah ensefalitis pada tahun 1999 dari virus West Nile di New York, suatu penyakit dapat menyebar ke belahan bumi lain dengan cepatnya akibat perjalanan internasional. Cara terbaik untuk melindungi anak anda adalah dengan imunisasi. Imunisasi akan memberikan reaksi buruk pada anak saya


Reaksi umum yang paling sering terjadi akibat vaksinasi adalah keadaan yang tidak berbahaya, seperti kemerahan dan pembengkakan pada tempat suntikan, demam, dan ruam pada kulit. Walaupun pada kasus yang jarang imunisasi dapat mencetuskan kejang dan reaksi alergi yang berat, risiko untuk terjadinya hal tersebut sangat kecil dibandingkan risiko menderita
penyakit jika seorang anak tidak diimunisasi. Setiap tahunnya jutaan anak telah divaksinasi secara aman, dan hampir semua dari mereka tidak mengalami efek samping yang bermakna.


Sementara itu, penelitian secara terus menerus dilakukan untuk meningkatkan keamanan imunisasi. The American Academy of Pediatrics (AAP) sekarang menganjurkan dokter untuk menggunakan vaksin difteri, tetanus, dan pertusis yang mengandung hanya satu bagian spesifik sel kuman pertusis dibandingkan dengan yang mengandung seluruh bagian sel kuman yang telah mati. Vaksin pertusis yang aselular (DtaP) dikaitkan dengan lebih kecilnya efek samping seperti demam dan kejang.


Baru-baru ini telah disetujui untuk mengganti zat pengawet timerosal dari semua vaksinasi, seperti yang direkomendasikan oleh The Advisory Commitee on Immunization Practice (ACIP), American Academy of Pediatrics, dan United States Public Health Service (USPHS).


Timerosal adalah produk dari etil merkuri dan telah digunakan sebagai pengawet vaksin sejak 1930. Jumlah timerosal yang terkandung dalam vaksin sangat rendah, pada kadar yang tidak berhubungan dengan keracunan merkuri. Namun USPHS sekarang merekomendasikan untuk meminimalkan semua paparan terhadap merkuri, tidak peduli berapapun sedikit kadarnya, hal ini termasuk pula penggunaan termometer kaca yang mengandung merkuri.


Pada tahun 1999, The Centre for Disease Cintrol (CDC) Amerika Serikat menunda penggunaan vaksin baru rotavirus setelah beberapa orang anak menderita sumbatan di usus yang mungkin dicetuskan oleh vaksin tersebut. Walaupun hanya beberapa kasus yang dilaporkan, CDC menghentikan pemberian vaksinasi karena adanya kekhawatiran mengenai keamanannya. Setelah dilakukan penelitian, vaksin rotavirus tidak diberikan lagi.


Ada rumor yang dikuatkan, banyak diantaranya yang diedarkan melalui internet, menghubungkan beberapa vaksin dengan multipel sklerosis, sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS), autisme, dan masalah kesehatan lainnya. Namun beberapa penelitian gagal dalam menunjukkan hubungan antara imunisasi dengan keadaan tersebut. Angka kejadian sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS) telah menurun lebih dari 50% beberapa tahun ini, padahal jumlah vaksin yang diberikan tiap tahun semakin meningkat. Anak saya tidak perlu diiimunisasi karena penyakit tersebut telah dimusnahkan


Penyakit yang jarang atau tidak terjadi lagi di Amerika Serikat, seperti polio dan campak, tetap berkembang di belahan bumi lain. Dokter melanjutkan pemberian vaksin untuk penyakit tersebut karena penyakit tersebut sangat mudah ditularkan melalui kontak dengan penderita melalui perjalanan. Hal tersebut termasuk orang-orang yang mungkin belum diimunisasi masuk ke Amerika Serikat, seperti halnya orang Amerika yang bepergian ke luar negeri.


Jika laju imunisasi menurun, penyakit yang dibawa oleh seseorang yang datang dari negara lain dapat menimbulkan keadaan sakit yang berat pada populasi yang tidak terlindungi dengan imunisasi. Pada tahun 1994 polio telah terbawa dari India ke Kanada, namun tidak menyebar karena banyak masyarakat yang telah diimunisasi. Hanya penyakit yang telah diberantas tuntas dari muka bumi, seperti cacar (smallpox), yang aman untuk dihentikan pemberian vaksinasinya. Anak saya tidak perlu diimunisasi jika ia sehat, aktif, dan makan dengan baik


Vaksinasi dimaksudkan untuk menjaga anak tetap sehat. Karena vaksin bekerja dengan memberi perlindungan tubuh sebelum penyakit menyerang. Jika anda menunda samapi anak anda sakit akan terlambat bagi vaksin untuk bekerja. Waktu yang tepat untuk memberikan imunisasi pada anak anda adalah saat ia dalam keadaan sehat. Imunitas hanya bertahan sebentar


Beberapa vaksin, seperti campak dan pemberian beberapa serial vaksin hepatitis B, dapat menimbulkan kekebalan seumur hidup anda. Vaksin lainnya, seperti tetanus, bertahan sampai beberapa tahun, membutuhkan suntikan ulang dalam periode waktu tertentu (booster) agar dapat terus memberi perlindungan untuk melawan penyakit. Dan beberapa vaksin, seperti pertusis, akan semakin berkurang namun tidak memerlukan suntikan ulang (booster) karena tidak berbahaya pada remaja dan dewasa. Penting untuk menyimpan catatan pemberian suntikan imunisasi anak anda sehingga anda tahu kapan ia membutuhkan suntikan ulang (booster). Fakta bahwa penelitian tentang vaksin masih terus berlanjut dan diperbaiki menunjukkan bahwa pemberiannya belum aman


Pusat pengawas obat dan makanan merupakan badan milik pemerintah yang bertanggung jawab untuk mengatur tentang vaksin di Amerika Serikat. Bekerja sama dengan CDC dan The National Institutes of Health (NIH) mereka meneruskan penelitian dan memonitor keamanan dan keefektifan pemberian vaksin.


Surat ijin bagi vaksin baru dikeluarkan setelah dilakukan penelitian laboratorium dan percobaan klinis, dan pengawasan keamanan tetap berlanjut walaupun vaksin telah disetujui. Telah dilakukan dan akan terus dilakukan perbaikan (misalnya seperti yang berlaku pada DtaP dan vaksin polio) yang akan meminimalkan efek samping yang mungkin terjadi dan untuk menjamin standar keamanan yang terbaik. Informasi tambahan


Jelaslah bahwa vaksin adalah satu dari alat terbaik yang kita miliki agar anak sehat, namun keberhasilan dan program imunisasi bergantung pada ketersediaan. Anda bisa mendapatkan vaksin dengan harga murah atau gratis melalui klinik kesehatan masyarakat dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), dan pada kampanye vaksinasi anak (misal pekan imunisasi anak).


Anda dapat mengunjungi situs-situs kesehatan lain untuk mengetahui lebih lanjut mengenai vaksinasi. Sumber informasi lainnya adalah dokter anak anda. Bersama, anda dapat menjaga anak anda sehat dan ceria. Salah Paham Mengenai Imunisasi


Timerosal mengakibatkan Autisme


Beberapa ilmuwan telah melemparkan wacana bahwa kandungan merkuri dalam vaksin merupakan penyebab autisme dan anak yang menderita autisme dianjurkan untuk menjalani terapi kelasi (chelation therapy, pemberian zat khusus sebagai upaya "mengikat" merkuri agar tidak dapat bereaksi dengan komponen sel tubuh) untuk detoksifikasi. Beberapa kasus telah dijadikan perkara hukum yang disidangkan dan beberapa pengacara menyebarkan informasi di internet untuk mendapatkan klien. Situasi ini semakin berkembang karena sampai sekarang beberapa vaksin masih mengandung timerosal, zat pengawet yang mengandung merkuri yang tidak digunakan lagi. Ada beberapa alasan mengapa kecemasan mengenai timerosal dalam vaksin sebenarnya merupakan informasi yang menyesatkan:


* Jumlah merkuri yang terkandung sangat kecil
* Tidak ada hubungan merkuri dan autisme yang terbukti
* Tidak ada alasan yang masuk akal untuk mempercayai bahwa autisme terjadi karena sebab keracunan


Timerosal telah digunakan sebagai pengawet pada makhluk hidup dan vaksin sejak tahun 1930 karena dapat mencegah kontaminasi bakteri dan jamur, terutama pada tabung yang digunakan untuk beberapa kali pemakaian. Pada tahun 1999, FDA (Food and Drug Administration) memeriksa catatan bahwa dengan bertambahnya jumlah vaksin yang dianjurkan pada bayi, jumlah total merkuri pada vaksin yang mengandung timerosal dapat melebihi batas yang dianjurkan oleh badan pengawas lain (1). Jumlah merkuri yang ditentukan oleh FDA memiliki batas aman yang lebar, dan belum ada informasi mengenai bayi yang sakit akibatnya. Meski demikian untuk berhati-hati, US Public Health Service dan the American Academy of Pediatrics meminta dokter untuk meminimalkan paparan terhadap vaksin yang mengandung timerosal dan kepada perusahaan pembuat vaksin untuk menghilangkan timerosal dari vaksin sesegera mungkin (2). Pada pertengahan 2000 vaksin hepatitis B dan meningitis bakterial yang bebas timerosal tersedia luas.kombinasi vaksin difteri,pertusis, dan tetanus sekarang juga tersedia tanpa timerosal. Vaksin MMR, cacar air, polio inaktif, dan konjugasi pneumokok tidak pernah mengandung timerosal.


Sebelum adanya pembatasan, paparan maksimal kumulatif merkuri pada anak dalam 6 bulan pertama kehidupan dapat mencapai 187,5 mikrogram (rata-rata 1 mikrogram/hari). Pada formula vaksin yang baru paparan maksimal kumulatif selama 6 bulan pertama kehidupan adalah tidak lebih dari 3 mikrogram (3). Tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa batasan maksimal keduanya memiliki efek toksik (keracunan).


Pusat pengawasan dan pencegahan penyakit (CDC) telah membandingkan angka kejadian autisme dengan jumlah timerosal yang ada dalam vaksin. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada perubahan relatif angka kejadian antara autisme dengan jumlah timerosal yang diterima anak dalam 6 bulan pertama kehidupan (dari 0-160 mikrogram). Hubungan yang lemah ditemukan antara asupan timerosal dan beberapa kelainan pertumbuhan saraf (seperti gangguan pemusatan perhatian) pada satu penelitian saja, namun tidak terbukti pada penelitian selanjutnya (4). Penelitian lain yang direncanakan sepertinya juga tidak akan menunjukkan hubungan bermakna.


Komite Intitute of Medicine (IOM) yang telah menyebarkan luaskan laporannya pada bulan Oktober 2001 menemukan tidak ada bukti hubungan antara vaksin yang mengandung timerosal dan autisme, ggangguan pemusatan perhatian, keterlambatan bicara dan bahasa, atau kelainan perkembangan saraf lainnya (5)


Penggunaan terapi kelasi untuk penanganan anak yang menderita autisme sama sekali tidak berhubungan.


@This website organized by Yayasan Orang tua Peduli.
Contact us at: Komplek PWR Jl. Taman Margasatwa No. 60 Jati Padang, Ragunan, Jakarta Selatan


rifa kurnia


Mengingat makin simpang siurnya pendapat yang berhubungan antara MMR dan Autisme, maka ketiga anak saya (semua) tidak saya imunisa MMR walaupun DSA nya menganjurkan. Jadi saya hanya mengambil imunisasi standart saja (BCG, DPT 1.2.3 , campak, polio, dan hepatitis B). Dan alhamdulillah sampai saat ini sehat-sehat saja.


Yusuf Sulistianto


Selama kebersihan dan kontaminant terpelihara, dan perkembangan system immun diri terjhadi dg baik, vaccsine tdk diperlukan. Bila memang ragu, tanyakan komposisi vaccine sebelum anda memberikannya; Bila mengandung thymerosal, tolaklah karena itu hak anda tuk tdk meracuni diri anda / putra/putri anda. Sebenarnya penggunaan thymerosal sangat depend on body yg menerimanya, dan tdk terbatas hanya di vaccsine, ada juga di obat mata dlsbnya. Persoalan vaccine, dg demikian tergantung darei tubuh ybs. perlu sebenarnya utk melihat sign tubuh dan kinetik energy tubuh yg menerima atau menolaknya; bila menolak ya tdk perlu dipaksakan, karena tubuh lebih mengerti akan keadaan nya sendiri dibanding org lain; apalagi kalau anak sedang dlm kondisi tdk sehat atau kurang fit, jangan diberikan. Demikian sedikit tambahan yg ada utk mempertegas posting2 sebelumnya mengenai hal ini.


Dr.(Naturopathy) Ir. Donny Hosea MBA. PhD.


27 November 2007

Duri Ikan Di Tenggorokan


Help... barusan saya habis makan ikan bakar.. tanpa sengaja durinya tertelan, dan sekarang nyangkut di tenggorokan,pas saya lihat via kaca ternyata ada duri ikan yg panjangnya -/+ 0,5 cm yg nyangkut dilangit2 tenggorokan diatas sebelah kiri pangkal lidah... Kata temen, dia pernah ngalamin hal yg sama dan sama dokter dikasih semacem obat kumur telan gitu, lalu durinya akan ikut bersama makanan.. saya takut kalo sampai dipoerasi... ada yg bisa bantu? dokter?


Zachary <cute_leeus02@yahoo.com.sg>


Sayang sekali anda tidak mengatakan jenis ikannya dan panjang durinya, tapi memang duri itu harus dikeluarkan. Coba dengan menelan pisang (kira2 ukurannya bisa ditelan oleh anda) dan minum obat pencahar. Selamat mencoba


Irwan Hutapea <hutapea_man@yahoo.com>


Bisa dicoba dengan makan ketan, agak banyak dan jangan terlalu lumat mengunyahnya. Dulu ibu saya pernah mengalami hal yang sama. Setelah makan ketan, alhasil durinya bisa terlepas. Mungkin bisa dicoba, karena durinya masih bisa dilihat dari luar, mungkin menelannya agak diarahkan ke arah durinya. Selamat mencoba dan semoga durinya bisa cepat terlepas.


anita herawati <anita.herawati@yahoo.com>


Coba pak, pakai cara tradisional : telan nasi matang hangat langsung, tanpa kunyah...


Jerry@Graphite[Treo]680 <liemjerry@yahoo.com>