Google
 

28 April 2010

[Dokter Umum] Mo tanya nih dok, hasil medcheck sendiri :)

 

Dear,

Saya barusan terima hasil lab hasil medcheck sendiri, ada beberapa hasil tes
yg diluar batas rujukan, yaitu:

HDL Kolesterol = 38; (nilai rujukan >=45)
Asam urat = 7,7; (nilai rujukan 3,4 - 7,0)

Feses rutin, lemak = POSITIF; (nilai rujukan NEGATIVE)

Kira2 poin2 diatas bisa menggagalkan saya di tes kesehatan masuk perusahaan
gk? FYI, usia saya 24 tahun, saat ini tidak ada keluhan apa2. Hasil tes yg
lain menunjukkan hasil yg sangat bagus sekali. menurut dokter yg memberi
rujukan sih kolesterol dan asam urat tidak akan menggagalkan hasil tes
kesehatan, karena bukan penyakit.

oiya, untuk mengurangi asam urat saya sebaiknya makan apa ya? sekalian saya
minta daftar makanan yg dapat meninggikan asam urat. Terima kasih.

Salam,
Eko Prasetyo

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
[ Forum Kesehatan : http://www.medisiana.web.id ]
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Welcome to Mom Connection! Share stories, news and more with moms like you.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

27 April 2010

Re: [Dokter Umum] [ O O T ] Menyusui Anak, Buah Hati Kita (dlm pembahasan Islami)

 

dr Henny H. Zainal, CHt

Dok, kalau ASInya keluar tetapi hanya sedikit, bagaimana dok? Kasihan kan si bayi ngak puas minum ASI ? Trus solusinya apa? Apakah tetap tidak boleh diberi susu formula?

salam,
 Melyanti
0818 0868 1974

________________________________
From: Henny Zainal <drhennyzainal@yahoo.com>
To: Dokter Umum <dokter_umum@yahoogroups.com>
Sent: Fri, April 23, 2010 5:06:09 PM
Subject: [Dokter Umum] [ O O T ] Menyusui Anak, Buah Hati Kita (dlm pembahasan Islami)

 
Mohon maaf jika ada kesalahan dan terbuka lebar untuk diskusi lebih lanjut.

Menyusui Anak, Buah Hati Kita

Tuhan memerintahkan para ibu untuk menyusui anak-anaknya, dan
Allah subhana wa ta'ala menetapkan batas waktu minimal menyusui selama dua tahun sempurna. Masa selama itu cukup untuk anak melepaskan penyusuan kepada ibunya. Setelah itu anak mulai belajar makan dan minum di luar air susu ibunya.

Air susu setiap spesies berbeda, dimana Tuhan telah memberikan pada masing-masing spesies komposisi nutrient yang bermanfaat bagi masing-masing anak dari spesies tersebut. Sebagai contoh air susu seekor ibu sapi, memiliki kandungan protein yang bersifat antibodi lebih sedikit dari air susu manusia. Selain itu perbedaan jumlah vitamin, mineral dan lemak yang terkandung sangat jauh berbeda. Banyak jurnal, artikel ilmiah juga buku-buku yang telah mengungkapfakta mengenai komposisi emas dari air susu ibu.

Namun masih banyak ibu yang memilih mengganti pemberian air susu ibu dengan susu formula yang tentunya berasal dari susu sapi.

Seorang pakar ASI Internasional, dr Jack Newman (1997) memberikan pendapatnya :

"..even a modern formulas are only superficially similar to breastmilk. Fundamentally, they areinexact copies based on updated and incomplete knowledge of what breastmilk is. Formulas contain no antibodies, no living cells, no emzymes, no hormones. They contain much more alumunium, manganese, cadmium, and iron than breastmilk.

They contain significantly more protein than breastmilk. The proteins and fats are fundamentally different from those in breastmilk. Formulas do not vary from beginning of the feed to the end of the feed, or from day 1 to day 7 to day 30, or from woman to woman, or from baby to baby."

(Czank C, Mitoulas LR, Hartmann PE. Human Milk Composition- Fat. In: Hale&Hartmann's. Textbook of Human Lactation (1st Ed). Texas : Hale Publishing; 2007)

Sapi memiliki masa hidup dan pola hidup yang berbeda dengan anak manusia, dimana dalam waktu singkat anak sapi sudah dapat berdiri dan berjalan sendiri, kemudian dalam dua minggu anak sapi telah diajak merumput oleh ibunya. Kegiatan yang demikian menuntut anak sapi untuk mendapatkan komponen lemak dan hormon pertumbuhan yang berbeda jumlahnya, dimana lebih banyak dibandingkan anak manusia.

Hikmah ilahiah dari proses menyusui, bahwa pemberian air susu ibu kepada anak akan sangat berpengaruh terhadap akhlak, perilaku, dan etika sang anak, sebab susu keluar dari darah sang ibu.
Air susu ibu akan membantu tumbuh kembang anak secara lahiriah dan mempengaruhi perkembangan kecerdasan anak secara psikologis, intelektual, dan spiritual.
Organ yang telah berkembang dengan sempurna dari seorang manusia sejak ia dalam kandungan adalah telinga. Sehingga, pendidikan dan pembinaan anak akan siapa Tuhannya sesungguhnya telah berjalan sejak awal ruh ditiupkan.

Sangat disayangkan pada masa ini, dukungan terhadap proses menyusui dan pemberian ASI secara eksklusif dan dilanjutkan hingga dua tahun menemui banyak hambatan.

Mulai dengan minimnya dukungan dari keluarga terdekat, lingkungan, tenaga kesehatan hingga minimnya kelayakan fasilitas bagi ibu menyusui di tempat umum maupun tempat bekerja.

Atau juga keengganan ibu untuk menyusui buah hatinya dengan alasan akan mempengaruhi keindahan tubuhnya ataupun beralasan bahwa air susunya sedikit.

Dlm Islam
Proses menyusui adalah sebuah fitrah mulia dari setiap wanita dan dengan ilmu yang semakin mudah di akses, maka sesungguhnya kendala tersebut dapat dihindari. Mematuhi perintah Tuhan, dimana Dia sangat memuliakan setiap ibu untuk memperbaiki generasi penerusnya melalui menyusui, dengan menjadikan setiap IBU sebagai dasar utama terhadap anak-anaknya dan meletakkan syurga di telapak kaki ibu.

Ya Allah..tunjukkanlah kepada kamijalan untuk menuju dan mengikuti petunjuk Islam. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan pertolongan. Tolonglah setiap ibu yang sedang berjuang keras demi memnuhi perintahMu dengan memberikan air susunya.. Mudahkanlah segala urusan mereka.. Dan Mudahkanlah tugas kami dalam membantu serta membimbing mereka.

Definisi Menyusui dan Masanya

Penjelasan Definisi

Kata "susu wanita" mencakup setiap susu, sehingga yang bukan air susu tidak termasuk dalam definisi ini, seperti air kuning dan darah. Kedua macam cairan tersebut tidak menimbulkan keharaman nikah.
Sedang yan gdimaksudkan "masuk ke dalam perut" adalah masuknya ke dalam perut anak yang disusukan. Jika syarat ini terpenuhi maka haram menikah anak tersebut dengan ibu yang menyusukan atau saudara sesusuannya. Dengan demikian, maka air susu yang hanya sampai ke tenggorokan saja tidak menyebabkan keharaman nikah; demikian menurut pendapat yang masyhur.

Demikian pula sampainya air susu tersebut ke dalam perut, dapat dibenarkan, baik air susunya itu banyak atau sedikit atau sekedar mengisap (sedikit sekali).
Sedangkan yang dimaksud "meskipun perempuan itu mati atau kecil" adalah jika seorang perempuan mati dan padanya masih ada air susu, lalu ada bayi atau anak kecil yang menyusu kepadanya, atau ada orang lain yang memerah air susunya lalu diminumkan ke anak kecil, maka itu menimbulkan tahrîm—menyebabkan haram menikah dengan yang sesusuan.

Demikian pula jika ada anak perempuan yang mempunyai air susu lalu air susu itu dipakai untuk menyusui bayi, maka berlakulah at tahrîm pada anak tersebut. Baik anak tersebut belum baligh atau sudah balig; baik sudah kuat digauli atau belum kuat. Baik ia masih gadis atau sudah bukan gadis lagi. Yang sama seperti perempuan yang belum/tidak kuat berjimak adalah perempuan yang telah lanjut usia yang sudah menopause, yakni, tidak lagi melahirkan. Jika ia memiliki air susu dan menyusui bayi, maka tetap berlaku at tahrîm karenanya.

Adapun kata-kata "meskipun air susu itu masuknya ke perut lewat cara lain selain menyusu" maksudnya sungguhpun masuknya air susu tersebut kepada anak tidak melalui penyusuan, seperti ke dalam perut lewat tenggorokan atau hidung, maka tetap saja keharaman karena sesusuan berlaku padanya.
Sedang kata-kata "atau suntikan yan gmenjadi makanan" maksudnya adalah bahwa air susu yang dimasukkan lewat suntikan pun menyebabkan keharaman nikah. Tetapi sebagaimana disebutkan dalam definisi, bahwa suntikan tersebut ditujukan sebagai "makanan" bagi anak. Maka jika suntikan itu untuk tujuan lain selain memberikan makanan, maka suntikan tersebut tidak akan menimbulkan keharaman nikah.

Dari keterangan di atas, maka dapat dikecualikan bahwa memasukkan air susu ke perut anak lewat mata, atau telinga, atau pori-pori kulit kepala, ataupun lewat suntikan yang bukan untuk pemberian makanan, tidak menyebabkan keharaman nikah. Sebab air susu tersebut tidak melewati jalan yang biasa, sehngga dengan cara seperti itu, tidak akan membuahkan daging dan tulang. Demikian juga air susu yang disuntikkan ke dalam tubuh tidak dimaksudkan sebagai makanan, tidak menyebabkan keharaman nikah.

Jan Riodan, seorang konsultan laktasi internasional memaparkan bahwa, "BREASTMILK SOMETIMES REFFERED to as white blood because it is considered similar to the placental blood of intrauterine life. Indeed, human milk is similar to unstructured living tissue, such as blood, and is capable of transporting nutrients, affecting biochemical systems, enhancing immunity, and destroying pathogens."
(Riodan J. The Biological Specificity of Breastmilk. In: Riodan J, Wambach K. Breastfeeding and Human Lactation. 4th Ed. Boston: Jones and Bartlett Publishers, LLC. 2010)

Berkenaan dengan keberadaan donor ASI, maka paparan diatas lebih menegaskan bahwa pemberian ASI baik melalui menyusu langsung maupun melalui gelas/cangkir/ botol-dot/ pipet memiliki hokum saudara sepersusuan.

(di sadur dari buku "Fiqih Anak" Karangan Prof. Dr. Hj. Huzaemah Tahido Yanggo, MA; Hal. 87-90 dan penambahan oleh dr Henny Zainal, BC, CHt)

"Enjoy The Most Precious and Romantic Moments By Giving ASI to Your Baby"

Salam ASI,

dr Henny H. Zainal, CHt

Konselor Laktasi

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
[ Forum Kesehatan : http://www.medisiana.web.id ]
.

__,_._,___

26 April 2010

[Dokter Umum] Anemia - betha thalasemia minor

 

Salam Dokter,

4 bulan yang lalu saya didiagnosis memiliki betha thalasemia minor, hb saya 8.6, dan dokter memberikan asam folat, vitamin e dan vitamin c, untuk diminum setiap hari selama 2 bulan.

Karena saya pindah kota, saya sudah tidak pernah berkonsultasi lagi dengan dengan dokter tersebut, yang ingin saya tanykan:

1. apakah ketiga suplemen itu HARUS saya lanjutkan penggunaannya?
2. apakah asam folat dan vitamin e dapat dibeli bebas tanpa menggunakan resep?
3. jika bisa di beli bebas berapa dosis perhari nya?

Terimakasih..

__._,_.___
Recent Activity:
[ Forum Kesehatan : http://www.medisiana.web.id ]
.

__,_._,___

25 April 2010

Re: Bls: [Dokter Umum] Hepatitis B

 

dok mohon penjelasannya dok, ceritanya gini ada beberapa kasus yang jg kurang jelas akan manfaat propolis termasuk herbal lidah buaya.
dari kisah langsung yang dari sanak famili saya sendiri, ia seorang diabetes dan memakan lidah buaya yang ia tanam sendiri, lidah buaya itu sangat besar dok, dan ia memakan itu rutin sampai suatu kali dokter yang merawat untuk chek up medical nya itu, dr. Sidhartawan [praktek didaerah sangaji] merasa heran akan penyakit diabetesnya menjadi normal sampai kurang lebih 120 an. yang tadinya sekitar 200.
apakah kelebihan dari lidah buaya itu sendiri?

dari kisah teman saya, ia bertemu dengan seorang wanita yang terkena hepatitis b, dan ia menggunakan pula lidah buaya. hingga sekarang dicek bahwa ia dinyatakan sembuh?

bagaimana ini dok penjelasaan seecara medis di indo yang secara kebudayaan nenek moyang kita sekalipun [secara tradisional] mengenal banyak sekali bahan bahan herbal yang menyembuhkan seperti yang dipraktekkan di negri panda? apakah kedokteran indo pun melakukan riset mengenai hal ini seperti di barat lakukan pengrisetan akan manfaat kekayaan alam yang dihibahkan Aulloh bahwa hal itu dapat menyembuhkan penyakit? [contoh nya Dr. Duke's Phytochemical and Ethnobotanical Databases, untuk research mengenai aloevera itu sendiri] termasuk utk hepatitis b ini

dan jg berita mengenai propolis? apa benar fungsinya seperti yang dikabarkan majalah trubus bulan januari bahwa propolis menyembuhkan penyakit jantung?

mohon klarifikasi dari dokter. terima kasih. karena ini sangat membingungkan

--- In dokter_umum@yahoogroups.com, Yuliana Yuli <y03li_04@...> wrote:
>
> salam..terima ksh atas blsn ny, pd tgl 17 April kmrn sy check up kmbali ke dokter sy..namun tdk melakukan tes lab krn mnurut dokter nanti akan dilakukan bulan depan..(3 bulan sejak awal perawatan (tgl 2 Maret 2010))..
> kt dokter jika dilihat dr tinggi ny SGOT & SGPT pd awal sakit (1112 & 2183) serta dilihat dari penurunan ny (terakhir SGOT : 122 & SGPT?: 97) kemungkinan sy menderita Hepatitis A...krn biasanya pd Hepatitis B SGOT & SGPT tdk pernah setinggi itu (1112 & 2183)..
> mengenai tes HBsAg yg reaktif..dokter mengatakan kemungkinan sbelum sy sakit virus Hepatitis B sdh ada dlm tubuh sy..dan kata dokter bs aja campur Hepatitis B & Hepatitis A..
> Mengenai hal tsb diatas sy mohon penjelasan & second opinion-nya..thanks a lot..
> (Catt. : obat msh lanjut..hp pro & diberi tambahan Lycoxy untuk 1 bulan)
>
>
> --- On Thu, 4/15/10, gunawan_md@... <gunawan_md@...> wrote:
>
> From: gunawan_md@... <gunawan_md@...>
> Subject: Re: Bls: [Dokter Umum] Hepatitis B
> To: "Dokter umum, yahoo groups." <dokter_umum@yahoogroups.com>
> Date: Thursday, April 15, 2010, 3:07 PM
>
> Salam.
> Pemeriksaan HBsAg ditujukan untuk mengetahui keberadaan antigen dari virus hepatitis B baik secara kualitatif ataupun kuantitatif.
> Apabilan dalam pemeriksaan HBsAg sudah dinyatakan positif, menurut litelatur saat ini, kemungkinan menjadi negatif (non-reaktif) dengan berbagai medikasi anti-viral sangat kecil dan membutuhkan biaya sangat besar.
> Walaupun demikian, tujuan terapi adalah menekan titer antigen virus dalam batas yang tidak menularkan. Hal ini bermanfaat untuk kehidupan sosialisasi anda.
>
> Sedangkan yang mungkin anda maksud adalah anti HBsAg ( antibody terhadap HBsAg ) merupakan antibody yang didapat dari vaksin hepatitis.
> Tidak semua penderita hepatitis menderita hepatoma ( kanker hati ) terutama apabila mendapat follow up dan medikasi yang baik.
> Saran : agar keluarga atau kerabat serumah mendapat vaksin untuk meminimalkan penularan.
>
>
> -----Original Message-----
> From: Yuliana Yuli <y03li_04@...>
> Date: Wed, 14 Apr 2010 20:03:40
> To: <dokter_umum@yahoogroups.com>
> Subject: Re: Bls: [Dokter Umum] Hepatitis B
>
> Terima ksh atas balasan ny..mengenai vaksin sy msh bingung, bukankah jika sdh terkena hepatitis sy sdh tdk perlu divaksin krn virus hepatitis sdh ada dlm tubuh sy??apakah trlalu dini untk memvonis sy + hepatitis B..(mengingat HBsAg reaktif)???
>
> Mohon penjelasan ny..sy sangat mmbutuhkan second opinion..krn sy (mohon maaf) sedikit kecewa & ragu kpd dokter sy..mengapa beliau sampai tdk mengetahui hasil lab pd tgl 3 Maret (sy dirawat dr tgl 2 - 10 Maret) yg notabene selama dirawat di RS sy setiap hari dkunjungi oleh dokter..
>
> --- On Wed, 4/14/10, Ernawati Suryadi <capenote@...> wrote:
>
> From: Ernawati Suryadi <capenote@...>
> Subject: Bls: [Dokter Umum] Hepatitis B
> To: dokter_umum@yahoogroups.com
> Date: Wednesday, April 14, 2010, 2:59 AM
>
> ?
> ???
> hai,
> saran saya lebih baik tes darah di laboratorium yang lebih akurat hasilnya. karena kalau saya lihat berdasarkan hasil lab tanggal 17 maret masih belum stabil SGOT dan SGPTnya. Sementara ini obat untuk penyakit hepatitis hanya Hp Pro dan Hepasil. Namun pada intinya lebih baik periksa juga kadar gula dalam darah sebelum dan sesudah puasa karena akan penting artinya untuk langkah pengobatan lebih lanjut. Intinya penderita hepatitis itu kekurangan zat gula dalam darah namun apabila penderita menderita diabetes akan sulit pengobatannya karena bertolak belakang.
>
> Coba mengkonsumsi temulawak, istirahat yang cukup dan makan makanan yang tidak mengandung gas, dan bersifat merangsang misalnya pedas dan asam. Kalau hasil labnya SGOT dan SGPT sudah normal, berusaha untuk faksinasi hepatitis yang biasanya akan diulang pada masa 6 bulan dan 2 tahun, terutama untuk anggota keluarga yang lainnya agar tidak tertular hepatitis. karena sekali menderita hepatitis berarti anda adalah carrier untuk selamanya dan kadang2 virus dari hepatitis tersebut dapat kambuh kembali tanpa kita duga apabila kondisi fisik kurang baik.
>
> bye
>
>
> Dari: m2jlk <y03li_04@yahoo. com>
>
> Kepada: dokter_umum@ yahoogroups. com
>
> Terkirim: Sel, 13 April, 2010 10:34:57
>
> Judul: [Dokter Umum] Hepatitis B
>
> Mohon maaf sebelumnya apabila milis sy ini trlalu panjang..mohon balasannya segera krn pd tgl 17 April mendatang sy harus checkup lg..terima kasih sebelumnya..
>
> pd tgl 1 Maret 2010 sy k RS di daerah Cempaka Putih disebabkan selaput mata sy kuning (Cat : 2 minggu sebelumnya sy merasakan sakit pd ulu hati, mual, & tdk nafsu makan)..disarankan untuk tes lab oleh dokter SPD.., hasil lab sy ambil pd tgl 2 Maret 2010 pagi langsung disarankan untuk rawat inap..
>
> Hasil lab saat itu adalah :
>
> Liver Profil
>
> Bilirubin total : 8,8?---> Normal 0,1-1,0
>
> Bilirubin direk : 6,5?---> Normal 0,0-0,2
>
> SGOT (37'C)??? 1112 ---> Normal <38
>
> SGPT (37'C)??? 2183 ---> Normal <41
>
> selama dirawat di RS sy diberikan obat Hp Pro (3x1 , namun setelah 2 hari di RS dosis ditambah), Vitazym , dan obat suntik (sy tdk tau namanya --> harga mencapai 400rb (4 ampul)disuntik pagi & sore).
>
> Tgl 10 Maret 2010 sy dibolehkan pulang oleh dokter krn hasil Lab sy sdh cukup baik yaitu :
>
> SGOT (37'C)??? 73?---> Normal <38
>
> SGPT (37'C)??? 214 ---> Normal <41
>
>
> sy diberi jadwal checkup pd tgl 17 Maret 2010
>
> saat checkup tgl 17 Maret 2010 hasil tes lab sbb:
>
> SGOT (37'C)??? 122 ---> Normal <38
>
> SGPT (37'C)??? 97?---> Normal <41
>
> melihat hasil lab dokter sy brkata "Klo dilihat dari hasil lab-nya sih Hepatitis A..mudah2an Hepatitis A"..
>
> sy bingung, soalnya pd waktu sy akan keluar dr RS (Tgl 10 Maret 2010) suster mengatakan klo sy positif Hepatitis B..lalu sy mengatakan pd dokter hal tsb..
>
> dokter sy kmudian melihat kembali data2 sy..lalu brkata "oiya..ini B-nya jg positif"..
>
> kemudian sy brtanya pada dokter sy "jadi bgmn dok??"..dokter sy mengatakan bahwa nanti dilakukan tes lab lagi untuk memastikan..
>
> CATT : sy meminta copyan hasil lab selama dirawat di RS..dan Pada tgl 3 Maret 2010 (hari ke-2 dirawat di RS)ada hasil lab sbb :
>
>
> SEROMARKER
>
> HBsAg (ELISA) : Reaktif - 127,6 S/CO ---> HBsAg Non Reaktif jika S/CO <1.00
>
>
> yang ingin sy tanyakan "bukankah dgn hasil lab pd tgl 3 Maret 2010 sy sdh dpt dipastikan mengidap Hepatitis B bukan Hepatitis A"?????
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

__._,_.___
Recent Activity:
[ Forum Kesehatan : http://www.medisiana.web.id ]
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Welcome to Mom Connection! Share stories, news and more with moms like you.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___

23 April 2010

[Dokter Umum] [ O O T ] Menyusui Anak, Buah Hati Kita (dlm pembahasan Islami)

 

Mohon maaf jika ada kesalahan dan terbuka lebar untuk diskusi lebih lanjut.

Menyusui Anak, Buah Hati Kita

Tuhan memerintahkan para ibu untuk menyusui anak-anaknya, dan
Allah subhana wa ta'ala menetapkan batas waktu minimal menyusui selama dua tahun sempurna. Masa selama itu cukup untuk anak melepaskan penyusuan kepada ibunya. Setelah itu anak mulai belajar makan dan minum di luar air susu ibunya.

Air susu setiap spesies berbeda, dimana Tuhan telah memberikan pada masing-masing spesies komposisi nutrient yang bermanfaat bagi masing-masing anak dari spesies tersebut. Sebagai contoh air susu seekor ibu sapi, memiliki kandungan protein yang bersifat antibodi lebih sedikit dari air susu manusia. Selain itu perbedaan jumlah vitamin, mineral dan lemak yang terkandung sangat jauh berbeda. Banyak jurnal, artikel ilmiah juga buku-buku yang telah mengungkapfakta mengenai komposisi emas dari air susu ibu.

Namun masih banyak ibu yang memilih mengganti pemberian air susu ibu dengan susu formula yang tentunya berasal dari susu sapi.

Seorang pakar ASI Internasional, dr Jack Newman (1997) memberikan pendapatnya :

"..even a modern formulas are only superficially similar to breastmilk. Fundamentally, they areinexact copies based on updated and incomplete knowledge of what breastmilk is. Formulas contain no antibodies, no living cells, no emzymes, no hormones. They contain much more alumunium, manganese, cadmium, and iron than breastmilk.

They contain significantly more protein than breastmilk. The proteins and fats are fundamentally different from those in breastmilk. Formulas do not vary from beginning of the feed to the end of the feed, or from day 1 to day 7 to day 30, or from woman to woman, or from baby to baby."

(Czank C, Mitoulas LR, Hartmann PE. Human Milk Composition-Fat. In: Hale&Hartmann's. Textbook of Human Lactation (1st Ed). Texas : Hale Publishing; 2007)

Sapi memiliki masa hidup dan pola hidup yang berbeda dengan anak manusia, dimana dalam waktu singkat anak sapi sudah dapat berdiri dan berjalan sendiri, kemudian dalam dua minggu anak sapi telah diajak merumput oleh ibunya. Kegiatan yang demikian menuntut anak sapi untuk mendapatkan komponen lemak dan hormon pertumbuhan yang berbeda jumlahnya, dimana lebih banyak dibandingkan anak manusia.

Hikmah ilahiah dari proses menyusui, bahwa pemberian air susu ibu kepada anak akan sangat berpengaruh terhadap akhlak, perilaku, dan etika sang anak, sebab susu keluar dari darah sang ibu.
Air susu ibu akan membantu tumbuh kembang anak secara lahiriah dan mempengaruhi perkembangan kecerdasan anak secara psikologis, intelektual, dan spiritual.
Organ yang telah berkembang dengan sempurna dari seorang manusia sejak ia dalam kandungan adalah telinga. Sehingga, pendidikan dan pembinaan anak akan siapa Tuhannya sesungguhnya telah berjalan sejak awal ruh ditiupkan.

Sangat disayangkan pada masa ini, dukungan terhadap proses menyusui dan pemberian ASI secara eksklusif dan dilanjutkan hingga dua tahun menemui banyak hambatan.

Mulai dengan minimnya dukungan dari keluarga terdekat, lingkungan, tenaga kesehatan hingga minimnya kelayakan fasilitas bagi ibu menyusui di tempat umum maupun tempat bekerja.

Atau juga keengganan ibu untuk menyusui buah hatinya dengan alasan akan mempengaruhi keindahan tubuhnya ataupun beralasan bahwa air susunya sedikit.

Dlm Islam
Proses menyusui adalah sebuah fitrah mulia dari setiap wanita dan dengan ilmu yang semakin mudah di akses, maka sesungguhnya kendala tersebut dapat dihindari. Mematuhi perintah Tuhan, dimana Dia sangat memuliakan setiap ibu untuk memperbaiki generasi penerusnya melalui menyusui, dengan menjadikan setiap IBU sebagai dasar utama terhadap anak-anaknya dan meletakkan syurga di telapak kaki ibu.

Ya Allah..tunjukkanlah kepada kamijalan untuk menuju dan mengikuti petunjuk Islam. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan pertolongan. Tolonglah setiap ibu yang sedang berjuang keras demi memnuhi perintahMu dengan memberikan air susunya.. Mudahkanlah segala urusan mereka.. Dan Mudahkanlah tugas kami dalam membantu serta membimbing mereka.

Definisi Menyusui dan Masanya

Penjelasan Definisi

Kata "susu wanita" mencakup setiap susu, sehingga yang bukan air susu tidak termasuk dalam definisi ini, seperti air kuning dan darah. Kedua macam cairan tersebut tidak menimbulkan keharaman nikah.
Sedang yan gdimaksudkan "masuk ke dalam perut" adalah masuknya ke dalam perut anak yang disusukan. Jika syarat ini terpenuhi maka haram menikah anak tersebut dengan ibu yang menyusukan atau saudara sesusuannya. Dengan demikian, maka air susu yang hanya sampai ke tenggorokan saja tidak menyebabkan keharaman nikah; demikian menurut pendapat yang masyhur.

Demikian pula sampainya air susu tersebut ke dalam perut, dapat dibenarkan, baik air susunya itu banyak atau sedikit atau sekedar mengisap (sedikit sekali).
Sedangkan yang dimaksud "meskipun perempuan itu mati atau kecil" adalah jika seorang perempuan mati dan padanya masih ada air susu, lalu ada bayi atau anak kecil yang menyusu kepadanya, atau ada orang lain yang memerah air susunya lalu diminumkan ke anak kecil, maka itu menimbulkan tahrîm—menyebabkan haram menikah dengan yang sesusuan.

Demikian pula jika ada anak perempuan yang mempunyai air susu lalu air susu itu dipakai untuk menyusui bayi, maka berlakulah at tahrîm pada anak tersebut. Baik anak tersebut belum baligh atau sudah balig; baik sudah kuat digauli atau belum kuat. Baik ia masih gadis atau sudah bukan gadis lagi. Yang sama seperti perempuan yang belum/tidak kuat berjimak adalah perempuan yang telah lanjut usia yang sudah menopause, yakni, tidak lagi melahirkan. Jika ia memiliki air susu dan menyusui bayi, maka tetap berlaku at tahrîm karenanya.

Adapun kata-kata "meskipun air susu itu masuknya ke perut lewat cara lain selain menyusu" maksudnya sungguhpun masuknya air susu tersebut kepada anak tidak melalui penyusuan, seperti ke dalam perut lewat tenggorokan atau hidung, maka tetap saja keharaman karena sesusuan berlaku padanya.
Sedang kata-kata "atau suntikan yan gmenjadi makanan" maksudnya adalah bahwa air susu yang dimasukkan lewat suntikan pun menyebabkan keharaman nikah. Tetapi sebagaimana disebutkan dalam definisi, bahwa suntikan tersebut ditujukan sebagai "makanan" bagi anak. Maka jika suntikan itu untuk tujuan lain selain memberikan makanan, maka suntikan tersebut tidak akan menimbulkan keharaman nikah.

Dari keterangan di atas, maka dapat dikecualikan bahwa memasukkan air susu ke perut anak lewat mata, atau telinga, atau pori-pori kulit kepala, ataupun lewat suntikan yang bukan untuk pemberian makanan, tidak menyebabkan keharaman nikah. Sebab air susu tersebut tidak melewati jalan yang biasa, sehngga dengan cara seperti itu, tidak akan membuahkan daging dan tulang. Demikian juga air susu yang disuntikkan ke dalam tubuh tidak dimaksudkan sebagai makanan, tidak menyebabkan keharaman nikah.

Jan Riodan, seorang konsultan laktasi internasional memaparkan bahwa, "BREASTMILK SOMETIMES REFFERED to as white blood because it is considered similar to the placental blood of intrauterine life. Indeed, human milk is similar to unstructured living tissue, such as blood, and is capable of transporting nutrients, affecting biochemical systems, enhancing immunity, and destroying pathogens."
(Riodan J. The Biological Specificity of Breastmilk. In: Riodan J, Wambach K. Breastfeeding and Human Lactation. 4th Ed. Boston: Jones and Bartlett Publishers, LLC. 2010)

Berkenaan dengan keberadaan donor ASI, maka paparan diatas lebih menegaskan bahwa pemberian ASI baik melalui menyusu langsung maupun melalui gelas/cangkir/botol-dot/pipet memiliki hokum saudara sepersusuan.

(di sadur dari buku "Fiqih Anak" Karangan Prof. Dr. Hj. Huzaemah Tahido Yanggo, MA; Hal. 87-90 dan penambahan oleh dr Henny Zainal, BC, CHt)

"Enjoy The Most Precious and Romantic Moments By Giving ASI to Your Baby"

Salam ASI,

dr Henny H. Zainal, CHt

Konselor Laktasi

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
[ Forum Kesehatan : http://www.medisiana.web.id ]
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Welcome to Mom Connection! Share stories, news and more with moms like you.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___