Mungkin informasi ini bisa membantu.
Salam
Anton Goland
"Stroke" Penyebab Kematian Utama di Indonesia
Jakarta, Kompas
Sejak dua tahun terakhir ini stroke menduduki peringkat pertama
penyebab kematian di Indonesia. Tingginya angka kematian akibat
serangan pada otak itu antara lain karena tidak diperhatikannya
kecukupan nutrisi makanan pada penderita pasca-stroke dan faktor
komplikasinya. Pemberian obat-obatan saja kepada penderita (selama
ini) terbukti banyak mengalami kegagalan. Upaya yang dilakukan untuk
menekan tingkat mortalitas itu adalah dengan menerapkan program
pemberian nutrisi berimbang, yang selama ini diabaikan. Pemberian
makanan dengan kadar nutrisi tertentu terbukti dapat menurunkan
angka kematian dari 40 persen menjadi 20 persen di RSCM Jakarta.
Selain di rumah sakit tersebut, Teguh AS Ranakusuma dari Klinik CVD
Neurogeriatri FKUI/RSCM Jakarta pada Simposium Permasalahan Nutrisi
pada Stroke di Jakarta, Sabtu (19/2), menguraikan, uji coba sejak
tahun 1998 ini juga dilakukan di Surabaya, Bandung, dan Medan.
Penelitian tentang status nutrisi pada stroke ini merupakan yang
pertama kali di Indonesia. "Secara statistik hasilnya belum
bermakna, karena itu diperlukan penelitian lebih terencana dengan
segala aspeknya," tambahnya.
Dijelaskan Teguh, penelitian tata laksana nutrisi dilakukan pada
kasus stroke dengan kesulitan menelan, yaitu melibatkan 36 pasien.
Selain itu disertakan pula pasien dengan gangguan asupan makanan
karena depresi dan penurunan kesadaran.
"Penelitian selama 14 hari menunjukkan adanya peningkatan albumin
dan protein, masing-masing 12 dan 4,5 persen," paparnya. Ini
menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Karena, jelas Teguh, masalah
utama pada stroke adalah gangguan metabolisme protein, sehingga
terjadi disintegrasi neuro-peptida, neuro-transmiter, dan neuro-
endokrin. Padahal, protein merupakan pembentuk ketiga faktor
tersebut, yang berfungsi sebagai sarana komunikasi sistem organ dan
antarneuron.
"Pemberian obat dan nutrisi seimbang dapat mempercepat restorasi
sistem otak dan organ, sehingga kualitas hidup pasien pasca-stroke
dapat meningkat dan memperkecil serangan berulang," lanjutnya.
Kebutuhan nutrisi
Sementara itu, pada seminar yang diselenggarakan Bagian Neurologi
FKUI/RSCM itu, Sri Rahayuningsih Sutjahjo dari Bagian Gizi FKUI
menambahkan, tujuan pemberian nutrisi adalah untuk mempertahankan
fungsi neurologik, menghambat kehilangan massa bebas lemak (otot)
dan fasilitasi pengembalian fungsi tubuh secara maksimum.
Pada stroke akut, kata Sri lebih lanjut, sangat sulit ditentukan
kebutuhan nutrisi tiap pasien, karena munculnya reaksi
hipermetabolik (metabolisme yang berlebihan) akibat gangguan fungsi
hipotalamus di otak. Karena itu, pemberian nutrisi pada masa
penyembuhan atau pasca-stroke memerlukan perhatian pada pemenuhan
jumlah kebutuhan dan bentuk pemberian nutrisi.
Pada masa penyembuhan ini, penderita harus belajar kembali banyak
hal, antara lain memenuhi kebutuhan gizinya melalui makan. "Makan
menjadi hal yang sulit, bukan hanya disebabkan oleh gangguan motorik
pada anggota badan, tetapi juga kesulitan menelan karena adanya
gangguan koordinasi menelan dan fungsi yang menjaga saluran napas,
dan muntah," ujarnya.
Fungsi menelan pada pasien stroke dapat pulih sebagian atau
seluruhnya, namun perhatian dan bantuan diperlukan sampai keadaan
pulih kembali. Kesulitan menelan sering kali menyebabkan kurang gizi
karena konsumsi makanan yang tidak cukup. Modifikasi diet perlu
dilakukan secara individu, sesuai dengan jenis dan beratnya gangguan
fungsi serta faktor risiko. Hal ini diketahui berdasarkan hasil
pemeriksaan fisik, tekanan darah, dan biokimia darah.
Bila terdapat gejala gangguan saluran cerna, Sri menyarankan, dapat
diberikan makanan yang mudah dicerna dan diabsorbsi. Sedangkan untuk
penderita hipertensi diberikan diet rendah garam; pengidap
kolesterol dan asam urat tinggi juga harus dibatasi makanannya yang
mengandung unsur tersebut. (yun)
sorce : http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0002/21/IPTEK/stro10.htm
------------------------------------
[ Forum Kesehatan : http://www.medisiana.com ]Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:dokter_umum-digest@yahoogroups.com
mailto:dokter_umum-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
dokter_umum-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar