Google
 

14 Juli 2008

Bls: [Dokter Umum] Re: hep B

hai hansen,
Dulu tahun 2005 suami saya terserang hepatitis B akut dan dirawat selama 42 hari di RS Fatmawati Jakarta. Pengobatan selain obat dokter saya selingi dengan herbal yang dibuat sendiri, antara lain temulawak yang dicampur gula aren, kerang layak atau kerang sungai dengan ciri berwarna kuning kecil-kecil diminum air rebusannya dan dimakan daging kerangnya, air rebusan daun sukun yang sudah kering, perbanyak konsumsi glukosa, kebetulan tidak komplikasi dengan penyakit gula, pantang makan makanan yang mengandung gas, misalnya buah nangka, durian, sayur daun singkong, minyak goreng diganti dengan margarin sebanyak setengah sendok teh apabila ingin makan makanan yang digoreng, dan merica.
Aturan makan saya atur sedemikian rupa, pagi hari makan 3/4 gelas nasi, 1 potong ayam, 1 potong tempe, 1 gelas sayuran hijau dan buah. kalau siang dan malam nasinya jadi 1 gelas.
Untuk anak-anak dan anggota keluarga yang lain walaupun masih kecil sudah divaksinasi hepatitis, sebaiknya suntik ulang dengan jangka waktu antara suntikan pertama dengan kedua 6 bulan dan dan suntikan kedua dgn ketiga 2 tahun.
Mudah-mudahan ada perbaikan kualitas kesehatannya, karena hepatitis dapat ditularkan secara vertikal dan horizontal.
Byee....

----- Pesan Asli ----
Dari: Hansen Nugraha <hansen.nugraha@gmail.com>
Kepada: dokter_umum@yahoogroups.com
Terkirim: Senin, 14 Juli, 2008 12:19:25
Topik: [Dokter Umum] Re: hep B


Penyakit Hepatitis B merupakan salah satu penyakit menular yang berbahaya di
dunia. Penyakit ini disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) yang menyerang
hati dan menyebabkan peradangan hati akut atau menahun.

Selama ini ada dua cara pengobatan untuk hepatitis B, yaitu pengobatan telan
(oral) dan secara injeksi. Salah satu pengobatan oral yang populer untuk
penyakit ini adalah obat *Lamivudine* dari kelompok *nukleosida analog*,
yang dikenal dengan nama 3TC. Sedangkan pengobatan secara injeksi yang saat
ini sedang dikembangkan dalam bidang kedokteran nuklir baik skala industri
maupun akademik adalah proses terapi yang dilakukan dengan menyuntikkan
microsphere yang mengandung partikel radioaktif pemancar sinar ß yang akan
menghancurkan sel kanker hati tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.

Microsphere sendiri didefinisikan sebagai partikel berbentuk bola berskala
mikron, yang terbuat dari bahan keramik, kaca atau polimer sebagai
pengungkung gas, larutan atau padatan dalam bentuk senyawa organik maupun
anorganik. Saat ini, microsphere radioaktif yang telah digunakan dalam
kedokteran nuklir terbuat dari gelas sebagai bahan pengungkung dan *
Itrium-90* atau *Phosporus-32 *sebagai radionuklida yang dikungkung. Tetapi
bahan pengungkung yang berupa gelas ini akan tetap tertinggal dalam waktu
yang lama sekalipun proses radioterapi telah selesai, karena tidak dapat
diadsorpsi oleh tubuh. Pengunaan polimer biodegradable seperti
polilaktat (*polylactic
acid*, PLA), poliglikolat (*poyglycolic acid*, PGA), dan derivatnya sedang
dikembangkan karena memiliki banyak keuntungan seperti, dapat didegradasi
oleh proses hidrolisis dalam tubuh dan dalam waktu sekitar satu bulan akan
diabsorbsi sehingga tidak meracuni tubuh (biocompatible) .

Microsphere dapat dibuat dengan berbagai metode seperti emulsifikasi,
pemisahan fasa dan spray drying. Tetapi pembuatan microsphere dengan metode
emulsifikasi mempunyai keuntungan lebih yakni akan mendapatkan microsphere
dengan diameter sesuai dengan yang diinginkan sehingga dapat digunakan
sebagai pengungkung (drug delivery) radiofarmaka. Untuk karakterisasi
microsphere yang dihasilkan dari berbagai metode pembuatan diatas, dapat
dilakukan dengan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) untuk
mengetahui diameter microsphere yang dihasilkan, X-Ray Difractometer (XRD)
untuk mengetahui kristalinitas dari microsphere, dan Simultaneous Thermal
Analysis (STA) yang bertujuan untuk mengetahui informasi transisi termal
yang terjadi dalam polimer sehingga kita dapat mengontrol sifat dan
kemampuan dari suatu microsphere apakah layak atau tidak digunakan sebagai
drug delivery.
Pengembangan microsphere di Indonesia, sejauh ini terus dalam proses
penelitian agar dapat diaplikasikan dan diproduksi oleh industri. Dari hal
ini, diketahui bahwa penelitian tentang microsphere belum berakhir sampai
ditemukan microsphere yang benar-benar efektif mengukung obat sampai ke
target sasaran, tanpa efek samping, proses sintesis yang mudah dan cepat dan
tentunya dengan peralatan dan biaya yang murah. Hal ini pun menjadi
tantangan yang menarik bagi para peneliti dan mahasiswa untuk mewujudkannya.

tulisan ini saya kutip dari : http://id.wikipedia .org/wiki/ Hepatitis_ B

Hepatitis B akut umumnya sembuh, hanya 10% menjadi Hepatitis B kronik
(menahun) dan dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker
hati.[8]<http://id.wikipedia .org/wiki/ Hepatitis_ B#cite_note- IDI-7>Saat
ini ada beberapa perawatan yang dapat dilakukan untuk Hepatitis B
kronis yang dapat meningkatkan kesempatan bagi seorang penderita penyakit
ini. Perawatannya tersedia dalam bentuk antiviral seperti
lamivudine dan adefovir dan modulator sistem kebal seperti Interferon
Alfa Uniferon).[10] <http://id.wikipedia .org/wiki/ Hepatitis_ B#cite_note- 9>
Selain itu, ada juga pengobatan tradisional yang dapat dilakukan. Tumbuhan obat atau herbal yang dapat digunakan untuk mencegah dan membantu pengobatan Hepatitis diantaranya mempunyai efek sebagai hepatoprotektor, yaitu melindungi hati dari pengaruh zat toksik yang
dapat merusak sel hati, juga bersifat anti radang, kolagogum dan
khloretik, yaitu meningkatkan produksi empedu oleh hati. Beberapa jenis
tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk pengobatan Hepatitis, antara lain
yaitu temulawak <http://id.wikipedia .org/wiki/ Temulawak> (*Curcuma
xanthorrhiza* ), kunyit <http://id.wikipedia .org/wiki/ Kunyit> (*Curcuma longa
*), sambiloto (*Andrographis paniculata*) ,
meniran ( *Phyllanthus urinaria*), daun serut /mirten, jamur kayu / *lingzhi* (*Ganoderma lucidum*), akar alang-alang (*Imperata cyllindrica* ),
rumput mutiara (
*Hedyotis corymbosa*), pegagan <http://id.wikipedia .org/wiki/ Pegagan>
(*Centella
asiatica*), buah kacapiring (*Gardenia augusta*), buah mengkudu(Morinda citrifolia),
jombang <http://id.wikipedia .org/wiki/ Jombang> (*Taraxacum officinale*)

2008/7/13 <IRWAN_Arief:

>
> selamat pagi, mohon sharing utk pengobatan heb B, kebetulan istri positif
> heb dari kecil dari bawaan lahir
> orang tuanya, kemudian waktu istri melahirkan anak kami maka otomatis anak
> kami pun terkena bawaan heb B dari istri saya, tp sdh
> saya suntik vaksin heb lsg sbg pencegahan diluar suntik vaksin hep B yg
> rutin.Yang ingin saya tanyakan utk pengobatan heb B terutama
> utk saya harus ke doktr apa?setau saya internist..apakah saya sebaiknya cek
> darah dahulu utk mengetahui apakah saya terkena dan memiliki
> anti bodi thd hep B?terakhir hampir 1 thn lalu saya sdh cek darah hasilnya
> heb negatif dan antibodi pun negatif..tp apabila tjd hub suami istri setau
> saya
> dapat tertular. kira2 pengobatan yg diberikan spt apa utk saya atau istri
> saya yg memang sdh positif heb B..krna jika tuhan masih memberikan titipan
> anak kami rencananya akan menambah anak..mohon masukannya.. terima kasih.

--
Thank's :)

Best Regards,

Hansen Nugraha Aris

------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

[Non-text portions of this message have been removed]


___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

[ Forum Kesehatan : http://www.medisiana.com ]Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:dokter_umum-digest@yahoogroups.com
mailto:dokter_umum-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
dokter_umum-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: