Google
 

06 Juli 2008

[Dokter Umum] Re: Sekali lagi tentang minum obat bareng minum susu (ikut nambah)

Kita sering mendengar bahwa obat tidak boleh diminum dengan susu. Ini
disebabkan karena kalsium yang dikandung dalam susu bisa membentuk
ikatan dengan zat-zat dalam beberapa obat dan meghalangi penyerapan
oleh lambung. Contohnya adalah tetrasiklin, zat yang biasa ada dalam
antibiotik untuk obat flu.

Namun, ada beberapa obat yang justru lebih baik diminum bersama susu.
Misalnya NSAID, Non Steroidal Anti Inflammatory Drug. Yang terkenal
adalah aspirin dan ibuprofen. Obat-obatan yang tergolong dalam NSAID
bersifat lypophylic, mudah larut dalam lemak sehingga biasanya
obat-obat seperti ini dianjurkan untuk diminum dalam waktu 30 menit
sesudah makan.

Alasan lainnya ialah karena NSAID menyebabkan iritasi lambung. NSAID
merupakan obat pembunuh rasa sakit atau painkiller yang bekerja dengan
cara menghambat terbentuknya prostaglandin. Prostaglandin sendiri
adalah zat yang selalu ada dalam sel tubuh dan bekerja sebagai zat
yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit, namun juga punya tugas
lain, yaitu membantu terbentuknya selaput mukosa lambung. Dengan
terhambatnya prostaglandin oleh aspirin, rasa sakit dan infeksi pun
hilang, namun pada saat yang bersamaan, lambung menjadi rentan
terhadap iritasi karena selaput mukosanya berkurang. Oleh karena itu,
obat-obat NSAID biasa diresepkan untuk diminum sesudah makan, supaya
makanan yang masuk terlebih dahulu bisa melindungi dinding lambung.
Bila kita tidak sempat makan, susu boleh diminum sebagai penggantinya.
Di Jepang, bahkan sudah menjadi pengetahuan umum bahwa obat sakit
kepala boleh diminum dengan obat sakit maag. Namun ini tidak selalu
benar, karena obat sakit kepala yang kita minum belum tentu termasuk
dalam golongan NSAID dan belum tentu semua obat sakit maag membantu
pembentukan selaput dinding lambung.

Bagaimana dengan jus, kopi atau teh?

Sama dengan susu, jus, kopi dan teh masing-masing mengandung zat-zat
seperti vitamin C, kafein dan tannin yang mungkin saja bereaksi dengan
obat yang kita minum. Sementara itu, air putih netral, tidak
mengandung apa-apa yang bisa bereaksi dengan obat.

Air putih akan melarutkan obat dalam lambung sehingga lebih mudah
diserap. Lebih baik lagi kalau airnya hangat, proses pelarutan akan
lebih cepat. Obat yang ditelan begitu saja tanpa air putih bisa
menempel di suatu tempat tertentu di lambung dan menyebabkan iritasi
lambung juga. Oleh karena itu, lebih baik obat diminum bersama air
putih. Minuman lain seperti kopi, sebaiknya diminum satu jam
setelahnya, ketika sudah tidak ada lagi sisa obat di lambung.
Oleh Silvia Iskandar http://www.chem-is-try.org/?sect=tanyapakar&ext=33

Wassalam
Tedi Ruswandi


------------------------------------

[ Forum Kesehatan : http://www.medisiana.com ]Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:dokter_umum-digest@yahoogroups.com
mailto:dokter_umum-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
dokter_umum-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: