Salam Ibu Ernawati,
Sesuai yg tercantum di leaflet pack vaksin hep B, jadwal suntik vaksin hep B adalah selang 1 bl dari suntik 1 ke suntik 2 dan selang 3 bl dari suntik 2 ke suntik ke 3. Ini yg direkomendasikan oleh pabrik pembuat vaksin.
Terima kasih.
Salam,
Arif
---- Original message ----
From: Ernawati Suryadi <capenote@yahoo.co.id>
Sent: 15 Jul 2008 05:44 +00:00
To: <dokter_umum@yahoogroups.com>
Subject: Bls: [Dokter Umum] Re: hep B
hai hansen,
Dulu tahun 2005 suami saya terserang hepatitis B akut dan dirawat selama 42 hari di RS Fatmawati Jakarta. Pengobatan selain obat dokter saya selingi dengan herbal yang dibuat sendiri, antara lain temulawak yang dicampur gula aren, kerang layak atau kerang sungai dengan ciri berwarna kuning kecil-kecil diminum air rebusannya dan dimakan daging kerangnya, air rebusan daun sukun yang sudah kering, perbanyak konsumsi glukosa, kebetulan tidak komplikasi dengan penyakit gula, pantang makan makanan yang mengandung gas, misalnya buah nangka, durian, sayur daun singkong, minyak goreng diganti dengan margarin sebanyak setengah sendok teh apabila ingin makan makanan yang digoreng, dan merica.
Aturan makan saya atur sedemikian rupa, pagi hari makan 3/4 gelas nasi, 1 potong ayam, 1 potong tempe, 1 gelas sayuran hijau dan buah. kalau siang dan malam nasinya jadi 1 gelas.
Untuk anak-anak dan anggota keluarga yang lain walaupun masih kecil sudah divaksinasi hepatitis, sebaiknya suntik ulang dengan jangka waktu antara suntikan pertama dengan kedua 6 bulan dan dan suntikan kedua dgn ketiga 2 tahun.
Mudah-mudahan ada perbaikan kualitas kesehatannya, karena hepatitis dapat ditularkan secara vertikal dan horizontal.
Byee....
----- Pesan Asli ----
Dari: Hansen Nugraha <hansen.nugraha@gmail.com>
Kepada: dokter_umum@yahoogroups.com
Terkirim: Senin, 14 Juli, 2008 12:19:25
Topik: [Dokter Umum] Re: hep B
Penyakit Hepatitis B merupakan salah satu penyakit menular yang berbahaya di
dunia. Penyakit ini disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) yang menyerang
hati dan menyebabkan peradangan hati akut atau menahun.
Selama ini ada dua cara pengobatan untuk hepatitis B, yaitu pengobatan telan
(oral) dan secara injeksi. Salah satu pengobatan oral yang populer untuk
penyakit ini adalah obat *Lamivudine* dari kelompok *nukleosida analog*,
yang dikenal dengan nama 3TC. Sedangkan pengobatan secara injeksi yang saat
ini sedang dikembangkan dalam bidang kedokteran nuklir baik skala industri
maupun akademik adalah proses terapi yang dilakukan dengan menyuntikkan
microsphere yang mengandung partikel radioaktif pemancar sinar ß yang akan
menghancurkan sel kanker hati tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.
Microsphere sendiri didefinisikan sebagai partikel berbentuk bola berskala
mikron, yang terbuat dari bahan keramik, kaca atau polimer sebagai
pengungkung gas, larutan atau padatan dalam bentuk senyawa organik maupun
anorganik. Saat ini, microsphere radioaktif yang telah digunakan dalam
kedokteran nuklir terbuat dari gelas sebagai bahan pengungkung dan *
Itrium-90* atau *Phosporus-32 *sebagai radionuklida yang dikungkung. Tetapi
bahan pengungkung yang berupa gelas ini akan tetap tertinggal dalam waktu
yang lama sekalipun proses radioterapi telah selesai, karena tidak dapat
diadsorpsi oleh tubuh. Pengunaan polimer biodegradable seperti
polilaktat (*polylactic
acid*, PLA), poliglikolat (*poyglycolic acid*, PGA), dan derivatnya sedang
dikembangkan karena memiliki banyak keuntungan seperti, dapat didegradasi
oleh proses hidrolisis dalam tubuh dan dalam waktu sekitar satu bulan akan
diabsorbsi sehingga tidak meracuni tubuh (biocompatible) .
Microsphere dapat dibuat dengan berbagai metode seperti emulsifikasi,
pemisahan fasa dan spray drying. Tetapi pembuatan microsphere dengan metode
emulsifikasi mempunyai keuntungan lebih yakni akan mendapatkan microsphere
dengan diameter sesuai dengan yang diinginkan sehingga dapat digunakan
sebagai pengungkung (drug delivery) radiofarmaka. Untuk karakterisasi
microsphere yang dihasilkan dari berbagai metode pembuatan diatas, dapat
dilakukan dengan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) untuk
mengetahui diameter microsphere yang dihasilkan, X-Ray Difractometer (XRD)
unt
Arif Koerniawan
------------------------------------
[ Forum Kesehatan : http://www.medisiana.com ]Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:dokter_umum-digest@yahoogroups.com
mailto:dokter_umum-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
dokter_umum-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:


Tidak ada komentar:
Posting Komentar