Google
 

19 September 2008

Re: [Dokter Umum] Re: PEMBALUT DAPAT MENYEBABKAN KANKER MULUT RAHIM

Penjelasan tentang dioxin dan klorin yang terkandung daolam pemutih:


Menstruasi, Matangnya Organ Perempuan
Rabu, 01 Nov 2000 13:42:42

Pdpersi, Jakarta - Anti tersentak kaget ketika buang air kecil di toilet sekolahnya. Gadis kecil kelas enam SD itu lalu menangis histeris. Cairan kental berwarna merah memenuhi pakaian dalamnya. Dia merasa cemas, ketakutan, dan bingung. Tanpa pamit kepada gurunya, Anti bergegas pulang. Tiba di rumahnya, dia menangis tak kunjung henti. Apa yang terjadi? Dia tak mengerti, bingung, dan tak tahu harus berbuat apa. Padahal, yang dialaminya adalah sesuatu yang alamiah: menstruasi.

Menstruasi, yang sering pula disebut haid, memang suatu peristiwa yang alamiah. Ketika seorang perempuan mengalami menstruasi pertama kalinya, saat itulah dia telah melalui gerbang akil baliq. Organ vitalnya sebagai seorang perempuan telah ?matang?. Ironisnya, banyak ?gadis kecil? yang senasib dengan Anti. Mereka kaget, bingung, dan tak mengerti, saat pertama kali melihat darah melekat di pakaian dalamnya.

Parahnya lagi, tidak sedikit perempuan --terutama di desa-desa-- tidak mengganti atau tidak melapisi celana dalamnya dengan pembalut wanita (napkins). Tahu sebabnya? Ternyata perempuan di desa beranggapan, bila mereka mengganti celana dalamnya, keperawanannya akan hilang. Padahal, darah yang mengendap di situ justru akan menimbulkan penyakit.

Nah, ternyata banyak sisi yang tidak diketahui oleh kaum wanita, terutama yang baru mengalami menstruasi. Itulah sebabnya, para orang tua hendaknya telah membekali gadis kecilnya dengan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi perempuan. Cara ini, setidaknya, mengantarkan mereka memasuki gerbang akil baliqnya, dengan pengetahuan yang cukup. Dan mereka pun melaluinya dengan tenang, tanpa kecemasan dan ketakutan.

Sekarang, Datang Lebih Dini

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya menstruasi, yaitu makanan yang bergizi, lingkungan, dan tingkat kemakmuran. Semakin tinggi tingkat kemakmuran masyarakat di suatu daerah, semakin cepat kaum perempuannya mengalami menstruasi. Lihat saja, kota Jakarta, yang selalu menjadi indikator berbagai bidang, karena tingkat kemakmurannya yang tinggi. Di Jakarta, kaum perempuannya lebih cepat mengalami menstruasi dibandingkan dengan kaum perempuan yang tinggal di pedesaan.

Makanan bergizi dan faktor lingkungan, juga menjadi pemicu seorang perempuan mengalami menstruasi lebih dini. Dibandingkan dengan kondisi perempuan beberapa tahun lalu, perempuan di masa sekarang ini -yang nota bene asupan makanannya lebih bergizi dan lingkungan lebih modern-- pun lebih dini mengalami menstruasi. Jika dulu perempuan mengalami menstruasi pada usia 11 tahun hingga 12 tahun, namun kini di usia 9 tahun hingga 11 tahun seorang perempuan untuk pertama kalinya sudah mengalami menstruasi.

Secara medis, apa sih menstruasi itu? Tentu pertanyaan ini bergelayut dalam benak kita. Menurut pakar Obstetri dan Ginekologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dr Yanto Kadarusman DSOG, menstruasi adalah keluarnya darah melalui vagina, yang berasal dari rahim, berlangsung secara teratur, sebagai aspek dari kerja hormon-hormon retorik. Menstruasi datang secara teratur pada setiap perempuan sejak perempuan tersebut mengalami menstruasi hingga tidak tidak lagi mengalami menstruasi atau yang lebih dikenal dengan istilah menopause.

Dr Yanto Kadarusman DSOG?Menstruasi dipengaruhi oleh hormon. Tujuan hormon-hormon tersebut bagi perempuan adalah mengeluarkan telur-telur yang matang atau ovum, yang siap untuk dibuahi. Siap atau tersedianya sel telur untuk berimplantasi ini disebut endometrium. Endometrium ini akan selalu tumbuh dan berkembang,? tutur Dr Yanto, yang juga menjabat Pembantu Dekan III FKUI ini, kepada pdpersi.co.id, Senin (23/10), di ruang kerjanya.

Pada perempuan berusia remaja, menstruasi ditandai dengan munculnya jerawat, rasa cemas, mudah marah-marah, dan sangat sensitif. Namun pada perempuan yang beranjak dewasa, tanda-tanda menjelang menstruasi itu masih ditambah lagi dengan meningkatnya libido atau keinginan untuk melakukan hubungan seksual. Gejala ini biasanya akan mucul 3 hingga 4 hari menjelang menstruasi.

?Bagi perempuan yang sudah bersuami, tentu tidak mengalami kesulitan bila menjelang masa menstruasi nafsu seksnya datang. Tapi yang jadi masalah, bila perempuan tersebut belum berkeluarga, bagaimana cara untuk mencegah keinginan tersebut? Nah, melakukan aktivitas seperti olahraga dan kesibukan-kesibukan lainnya niscaya dapat meredam nafsu tersebut,? anjur Dr Yanto.

Lalu, bagaimana jika libido tidak dapat diredam, sementara masa menstruasi telah datang? Menurut Dr Yanto, hingga kini belum ada penelitian, apakah hubungan seksual yang dilakukan ketika seorang perempuan sedang menstruasi dapat menyebabkan penyakit tertentu. ?Sampai saat ini belum ada penelitiannya. Saya melihat ini karena pengaruh dogmatis keagamaan. Masyarakat pun meyakini, melakukan hubungan badan pada saat sang wanita menstruasi tidak baik.Tapi, pengalaman rekan-rekan saya yang pernah melakukan hubungan badan saat istrinya menstruasi, ternyata tidak menimbulkan penyakit,? cetus Dr Yanto.

Tidak Menimbulkan Bau Menyengat

Repotnya, apabila seorang perempuan belum menikah mengalami terlambat menstruasi. Dr Yanto mengatakan, keterlambatan menstruasi harus diwaspadai, apakah karena hamil atau disebabkan oleh gangguan menstruasi. Pasalnya, jika terjadi gangguan menstruasi, hanya memeriksakan diri ke dokter, jalan satu-satunya.

?Gangguan menstruasi, yaitu terjadinya pendarahan di bagian uterus disfungsional. Pada pendarahan uterus disfungsional ini, pendarahan yang keluar dari rahim mengalami abnormalitas, seperti frekuensinya, lamanya mentruasi, banyaknya darah, dan rasa sakit saat menstruasi,? jelas Dr Yanto.

Menurut dia, ada berbagai macam menstruasi. Menstruasi yang normal, kata Dr Yanto, ditandai dengan keluarnya cairan darah melalui vagina, yang jumlahnya sekitar 80 ml. Siklus menstruasi yang teratur 28 hingga 35 hari dan cairan darah yang keluar tidak menimbulkan bau yang menyengat.

Namun, pada Poly Minorea, papar Dr Yanto, siklus haid kurang dari 21 hari, dan frekuensi menstruasinya tetap. Adalagi Hiper Minorea, yaitu menstruasinya normal, waktunya normal, lamanya normal tapi jarak menstruasinya tidak normal. Menoragia, yaitu menstruasi sesuai jadwalnya, tapi jumlah darah menstruasinya cukup banyak. Hetroragia, darah menstruasi tidak terlampau banyak, dan keluarnya tidak sesuai dengan yang seharusnya. Adalagi pra dan panca menstruasi, yaitu bercak-bercak pendarahan yang terjadi menjelang dan setelah menstruasi. ?Itu semua adalah istilah-istilah yang harus disadari oleh para perempuan,? ujar Dr Yanto.

Pada kelainan menstruasi, tambah Dr Yanto, seharusnya tersedia satu ?telur matang? setiap bulannya, namun yang terjadi justru ovulasi, telur yang sudah menetas tidak pecah. Keadaan ini disebut anovulasi. Pada keadaan ini, endometriumnya tebal, gangguan pada menstruasi ditandai dengan tidak keluarnya telur.

Masih ada lagi, menstruasi yang tidak normal. Kadang, ada menstruasi yang menimbulkan bau tidak sedap. Hal ini, menurut Dr Yanto, disebabkan adanya infeksi dan darah menstruasi yang keluar tidak lancar, sehingga darah berkumpul. Nah, karena darah menstruasi banyak mengandung zat-zat gula, karbohidrat, hypoprotein, sel darah merah, dan darah putih, tak heran, itu merupakan tempat yang paling enak untuk bakteri berkembang biak. ?Padahal, kita tahu bahwa vagina banyak sekali bakterinya. Jika lama berkumpul disitu, bakteri yang berkembang akan menjadi bau,? kata Dr Yanto.

Tak Mendapat Menstruasi?

Sedihnya, kendati secara teoritis setiap perempuan berusia 9 hingga 10 tahun mengalami menstruasi, ternyata ada pula perempuan yang tidak mendapatkan haid. Menurut Dr Asri dari Klinik Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia, Griya Sahari, Jakarta, saat dihubungi pdpersi.co.id via telepon, Senin (30/10), perempuan yang tidak mengalami menstruasi, setiap bulannya ditandai dengan nyeri perut dibagian bawah.

?Setelah diperiksa, biasanya karena selaput daranya tidak berlubang. Sebetulnya dia menstruasi, tapi darahnya tidak dapat keluar karena tersumbat oleh selaput daranya yang tidak berlubang,? cetus Dr Asri. Kondisi ini, tambah Dr Asri, dapat diatasi dengan melakukan operasi kecil pada selaput daranya, sehingga selaput daranya berlubang dan darah dapat keluar. ?Jadi, pada prinsipnya tidak ada perempuan yang tidak menstruasi,? tegas Dr Asri.

Tragisnya, perempuan yang tidak mendapat menstruasi, dapat menimbulkan rasa sakit. Pasalnya, lama kelamaan darah menstruasi itu penuh, dan jangka panjangnya darah menstruasi akan keluar dari rahim, lalu masuk ke vagina, sehingga vagina itu menjadi penuh. ?Darah pun naik ke rongga rahim, dan mengganggu fungsi kehamilan atau reproduksi. Jika tidak diobati sampai bertahun-tahun, kemungkinan dapat memicu kemandulan.

Sebaliknya, pada perempuan dewasa, menstruasi yang tidak datang bukan disebabkan oleh selaput dara yang tidak berlubang, tapi karena gangguan hormonal. Gangguan hormonal itu pun harus diselidiki lagi dimana letak kelainannya. ?Biasanya, pada perempuan yang menggunakan alat kontrasepsi, menstruasinya tidak datang. Tapi hal itu bukan masalah, karena memang tidak ada darah yang harus dikeluarkan. Begitu alat kontrasepsi dihentikan, darahnya kembali normal,? ulas Dr Asri.

Perlu Perhatian Orang Tua

Menstruasi, memang suatu peristiwa yang alamiah. Namun tak mungkin dipungkiri, masih banyak perempuan, terutama para gadis kecil, yang belum mengerti dengan pasti, apa itu menstruasi. Akibatnya, ketika mengalaminya, mereka menjadi panik, bingung, bahkan jijik.

Sebenarnya, jika pemahaman mereka sudah benar mengenai alat reproduksi, si gadis kecil itu tidak akan merasa takut. Dan, peran orang tua sangatlah penting untuk memberi pengetahuan, pengetian, dan pemahaman, tentang peristiwa yang alamiah ini.

Hingga kini, menurut Dr Yanto, peranan orang tua di daerah perkotaan sudah cukup baik. Namun di pedesaan, ternyata masih belum baik. ?Masih banyak orang tua di daerah pedesaan, yang justru menganjurkan anaknya tidak mengganti celana dalamnya dan tidak menggunakan pembalut, ketika sang anak perempuannya mengalami menstruasi. Alasannya, hal itu akan menyebabkan keperawannya hilang. Padahal, hal itu justru mengundang berkembang biaknya bakteri,? jelas Dr Yanto.

Dia juga memperingatkan agar para perempuan yang mengalami menstruasi berhati-hati memilih pembalut. Pilihlah pembalut perempuan yang mudah menyerap darah menstruasi secara baik. Sebab, jika tidak, darah akan menyebar kemana-mana. Pemilihan pembalut juga harus memperhatikan sensitivitas kulit, sehingga tidak menyebabkan alergi.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan dalam memilih pembalut, kata Dr Yanto, jangan yang mengandung dioxin. ?Karena dioxin adalah bahan dasar untuk PVC, dan zat ini dapat menyebabkan endometriosis. Sampai saat ini, hal itu memang masih dalam penyelidikan, namun sudah seharusnya pabrik pembalut wanita mencantumkan kandungan dioxin-nya,? tegas Dr Yanto.

Di luar itu semua, Dr Yanto menghimbau semua perempuan dapat menghormati organ produksinya dengan baik. Artinya, dia mampu memelihara organ-organ reproduksinya. Setiap ada kelainan sedikit saja, dia sadar dan tahu, lalu mencari pertolongan dokter yang dapat menyelesaikan masalahnya agar tidak berkelanjutan.

LYH / Rubianto pdpersi.co.id

h. Bleaching
Bleaching dilakukan dalam beberapa tahap dengan tujuan menghilangkan lignin tanpa merusak selulosa. Dalam industri kertas terdapat beberapa tahap dalam proses pemutihan. Masing-masing tahapan dijabarkan di bawah ini.
C : tahap klorinasi, menggunakan Cl2 dalam media asam
E : Extraksi Alkali, untuk melarutkan hasil degradasi lignin yang terbentuk pada tahap sebelumnya dengan larutan NaOH.
D : Klorin dioksida, mereaksikan ClO2 dengan pulp pada kondisi asam
O : Oksigen, digunakan pada tekanan tinggi dan suasana basa
H : Hipoklorit, mereaksikan NaClO dalam media basa
P : Peroksida, reaksi dengan hidrogen peroksida (H2O2) dalam kondisi basa
Z : Ozon, menggunakan ozon (O3) dalam kondisi asam
X : Xylanase, Biobleaching dengan enzim murni mikroba dalam kondisi netral
Proses bleaching biasanya melibatkan 4-6 tahap. Di beberapa industri, tahap Q (Q-stage) juga digunakan yang merupakan tahap chelation untuk menghilangkan zat anorganik sebelum pengolahan dengan peroksida. Standar industri hingga beberapa tahun lalu adalah bleaching dengan urutan CEDED yaitu tahap klorinasi yang diikuti ekstraksi alkali, pengolahan dengan klorin dioksida, ekstraksi alkali dan pengolahan akhir klorindioksida. Proses yang lebih modern telah beralih dari penggunaan klorin (C-stage) karena menghasilkan senyawa toksik aromatik terklorinasi (dioxins and dibenzofurans) dalam efluen instalasi bleaching, contohnya menerapkan urutan OXED yaitu menggunakan pemutih oksigen yang diikuti penerapan enzim xilanase, ekstraksi alkali dan klorin dioksida.
Tahapan dalam bleaching disimbolkan dengan DED dimana D melambangkan chlorine dioxide (ClO2) dan E melambangkan ekstraksi alkali. Dalam tahap ini, brownstock dicampur dengan ClO2 dalam reaktor D1 yang akan bereaksi dengan lignin. Pencucian mengikuti tahap ini untuk menghilangkan senyawa lignin yang beikatan dengan klor dari bubur kayu. NaOH ditambahkan pada aliran pulp dalam menara E dan diikuti dengan pencucian. Ekstraksi berfungsi untuk menetralisasi pulp dan memperbaiki proses pencucian sebelumnya. Menara D2 adalah tahap akhir dari proses bleaching dimana ClO2 memberikan pemutihan terakhir pada pulp. Jika proses bleaching didahului dengan oksigen delignification, maka prosesnya disingkat menjadi ODED.
Klorin biasanya diperoleh melalui proses elektrolisis dari NaCl yang menghasilkan Cl2 dan NaOH. NaOH yang dihasilkan dapat digunakan pada tahap E. Reaksi kimia elektrolisis dari NaCl diuraikan berikut ini :
2 NaCl + e- ====> 2NaOH + Cl2 + H2
Klorin dioksida diperoleh dari sodium klorat dengan katalis asam sulfit. Produk lainnya adalah Na2SO4 yang dapat digunakan dalam proses kraft pulping. Reaksinya diuarikan berikut ini.
NaClO3 + SO2 ===> 2ClO2 + Na2SO4
g. Paper Making
Pulp yang sudah diputihkan kemudian dibawa ke mesin pembuat kertas dimana akan dibentuk lembaran pulp pada screen. Air dihilangkan dari lembaran dengan kombinasi vakum, panas, dan tekanan yang diberikan di bagian penggulung (roller). Kertas jadi dapat dibuat dengan berbagai jenis berat dan digulung menjadi gulungan besar untuk diproses lebih lanjut. Kertas jadi terkadang juga dilapisi dengan kaolin untuk memutihkan permukaan atau diberi pengikat yang mengandung formaldehyde., ammonia atau polivinil alkohol agar lebih kuat.

Energi yang dibutuhkan dalam proses pembuatan kertas dalam bentuk panas dihasilkan dari pembakaran sampah padat (sisa potongan kayu) dan uap serta bahan bakar fosil. Industri kertas membutuhkan energi dalam jumlah besar untuk dapat beroperasi.
Dalam proses pembuburan kayu, sisa larutan pemasak dapat dimurnikan kembali dengan proses pemulihan (chemical recovery). Siklus pemulihan akan melewati liquor evaporator, recovery boiler, clarifier, dan lime kiln melalui 4 tahapan yaitu :
- air dari pencucian dialirkan ke evaporator dimana black liquor mengandung konsentrasi solid sebanyak 65% sampai 75% sebelum masuk ke recovery boiler. Pada recovery boiler, dalam furnis yang didisain khusus, zat kimia sisa pakai dipisahkan dari limbah kayu. Zat kimia dalam proses pulping membentuk lelehan menyerupai lava di dasar recovery boiler, sedangkan limbah kayu dibakar pada bagian atas recovery boiler. Panas ini digunakan untuk menghasilkan uap bertekanan tinggi yang dapat digunakan untuk memenuhi uap yang dibutuhkan dalam penggilingan dan kebutuhan pembangkit listrik.
- Sisa larutan pemasak (black liquor) mengandung berbagai senyawa organik dan senyawa sulfur disamping NaOH and Na2S yang reaktif. Black liquor diuapkan dalam furnis bersama sodium sulfat (Na2SO4) untuk mendapatkan Na2S, dan sodium karbonat (Na2CO3) dalam bentuk abu.
- Abu kemudian dituangkan ke tanki besar untuk membentuk green liquor, yaitu campuran dari sodium sulfida dan sodium karbonat. Abu ini kemudian dicampur dengan air dan lime (CaO) yang membentuk larutan hijau (green liquor) dan menghilangkan bahan kimia asalnya yaitu NaOH and Na2S, kalsium karbonat (CaCO3).
- pada langkah selanjutnya, lime (kalsium oksida) ditambahkan ke dalam green liquor untuk mengubah sodium karbonat menjadi sodium hidroksida sehingga kembali terbentuk white liquor yang akan digunakan kambali dalam proses pulping berikutnya.


Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah - ECOTON
Jl. Raya Bambe 115 Driyorejo - Gresik 61177 - Email: ecoton@ecoton.or.id


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

[ Forum Kesehatan : http://www.medisiana.com ]Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:dokter_umum-digest@yahoogroups.com
mailto:dokter_umum-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
dokter_umum-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: