Google
 

17 Oktober 2008

[Dokter Umum] Info terbaru Pemeriksaan Laboratorium terhadap Dengue

Dengue NSI Antigen

v Latar belakang

Virus Dengue merupakan virus RNA rantai tunggal, genus flavivirus,
terdiri dari 4 serotipe yaitu Den-1, 2, 3 dan 4. Struktur antigen ke-4
serotipe ini sangat mirip satu dengan yang lain, Infeksi dari satu
serotipe dengue dapat memberikan kekebalan seumur hidup terhadap
serotipe yang bersangkutan, namun tetap tidak terbukti adanya proteksi
silang terhadap serotipe lainnya.Di Indonesia paling banyak didapatkan
serotipe DEN 2 & 3.

v Vektor

Virus Dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes

Vektor paling utama (yang biasanya dapat mybb Epidemi) : Ae. aegypti

Vektor Sekunder : Ae. albopictus, Ae. polynesiensis, anggota dari Ae.
Scutellaris complex, dan Ae. (Finlaya) niveus

v Manifestasi Klinis

Manifestasi klinis infeksi virus Dengue pada manusia sangat bervariasi.
Variasinya begitu luas, mulai dari asimtomatik, demam ringan yang tidak
spesifik, Demam Dengue, Demam Berdarah Dengue, hingga yang paling berat
yaitu Dengue Shock Syndrome (DSS).

menurut WHO tahun 1997 Diagnosis Demam Berdarah Dengue ditegakkan
berdasarkan dari kriteria klinis dan laboratorium. Penggunaan kriteria
ini dimaksudkan untuk mengurangi diagnosis yang berlebihan
(overdiagnosis).

v Kriteria Klinis

Demam tinggi mendadak, tanpa sebab jelas, berlangsung terus menerus
selama 1-7 hari.
Terdapat manifestasi perdarahan yang ditandai dengan :
- Uji tourniquet positif (Uji Bendung)
- Petekia, ekimosis, purpura
- Perdarahan mukosa, epistaksis, perdarahan gusi
- Hematemesis dan atau melena
- Hematuria (ditemukan Eritrosit dalam urin)
- Pembesaran hati (hepatomegali).
- Manifestasi syok/renjatan

v Kriteria Laboratoris

- Trombositopeni (trombosit < 100.000/ml) (karena terjadinya
agregasi Trombosit, pembekuan darah akibat kerusakan endotel juga akibat
tertekannya fungsi megakaryosit (sel yang kelak pecah dan menjadi
trombosit) serta destruksi trombosit yang matur (dewasa/matang).
- Hemokonsentrasi (kenaikan Hematokrit > 20%) , tanda Meningkatnya
permeabilitas dinding kapiler) (Permeabilitas adalah kemampuan suatu
membran - dalam hal ini dinding pembuluh darah- untuk melewatkan
bahan-bahan tertentu). untuk menilai tingkat kekentalan darah,
menunjukkan darah semakin mengental akibat plasma darah merembes ke luar
dari sistem sirkulasi.

Untuk menentukan berat-tidaknya demam Dengue adalah peningkatan
permeabilitas pembuluh darah, penurunan volume plasma (hipovolemia),
hipotensi (penurunan tekanan darah), trombositopeni

Selain itu infeksi virus Dengue ini juga menyebabkan Disseminated
Intravascular Coagulation (DIC) (suatu keadaan kehabisan bahan pembekuan
darah, sehingga terjadi pendarahan yang terus-menerus).

Lekosit

Awal penyakit biasanya normal / menurun, dominasi oleh netrofil

Ditemukan lekositosis > 10.000 nugj\kin karena infeksi sekunder.
Mengingat akan bahaya yang ditimbulkan adanya infeksi Dengue maka,
Berbagai tehnologi dikembangkan untuk dapat mendeteksi infeksi virus
dengue secara dini dengan sensitivitas dan Spesivisitas yang lebih baik,
mengingat bahaya komplikasi yang akan ditimbulkan.

Semakin cepat dapat dideteksi maka akan mengurangi resiko komplikasi
seperti Demam Berdarah Dengue (DHF) ataupun Dengue Syok Sindrome (DSS)

Ada 4 jenis pemeriksaan laboratorium yang digunakan yaitu :

- uji serologi

- isolasi virus

- deteksi RNA/DNA dg tehnik Polymerase Chain Reaction (PCR).

- deteksi antigen (pmx Ns1)

v WHAT

Sebelum menjelaskan pmx Ns1, perlu diketahui bhw Genom dengue tersusun
dari 3 protein struktural (Badan Virus Envelope, Membrane, Core/inti)
dan 7 Protein non-struktural merupakan bagian yang terbesar terdiri dari
(NS1, NS2a, NS2b, NS3,NS4a, dan NS5, NTR-5'). Dan masing2 mempunyai
fungsi2 tersendiri, namun pada protein non-struktural yang paling
berperan adalah protein NS-1,

Peran NS1 adalah diperlukan untuk kelangsungan hidup virus. Dan yang
terlibat dalam proses replikasi virus sehingga ada keterkaitan dengan
virulensi / daya tular infeksi penyakit.

NSI dan infeksi dengue

NSI dengue disekresikan ke dalam sistem darah pada individu-individu
yang terinfeksi dengan virus dengue. NSI bersirkulasi pada konsentrasi
yang tinggi di dalam serum pasien dengan infeksi primer maupun sekunder

Apa Yang Dimaksud Dengan Pemeriksaan Dengue NSl Antigen?

Pemeriksaan Dengue NSl Antigen adalah pemeriksaan baru terhadap antigen
non struktural-I dengue (NSl) yang dapat mendeteksi infeksi virus dengue
dengan lebih awal bahkan pada hari pertama onset demam.

v WHY

Mengapa Perlu Pemeriksaan Dengue NSl Antigen?

Pemeriksaan Antigen NSl dengue dapat mendeteksi infeksi akut lebih awal
dibandingkan pemeriksaan antibodi dengue.

Deteksi lebih awal adanya infeksi dengue sangat penting karena kila
dapat melakukan terapi supportive (pemberian cairan intravena/ oral dan
penggunaan obat2 terkait missal Paracetamol,dll-- bukan dengan pemberian
antibiotic) serta dapat dilakukan pemantauan pasien dengan segera dan
hal ini tentunya akan mengurangi risiko komplikasi seperti demam
berdarah dengue (DBD) dan dengue shock syndrome (DSS).

v WHO & WHEN

Siapa Yang Memerlukan Pemeriksaan Dengue NS1 Antigen?

Pemeriksaan Dengue NS1 Antigen scbaiknya dilakukan pada individu
yang mengalami demam disertai gejala klinis infeksi dengue pada hari 1-3
onset demam.

v Data Teknis Dengue NS1 Antigen

Sensitifitas : 92.3%

Spesifisitas : 100%

Sampel : serum atau plasma (EDTA, heparin, sitrat)

Stabilitas sampel : 7 hari pada 2-8 °C dan 7 hari -20 °C.

Nilai Rujukan : Negatif

Persyaratan spes. : Pasien dengan demam < 3 hari


Kesimpulan NS1 Antigen :

- Masing2 pemeriksaan mempunyai kelebihan dan kekurangan,
sebelum dilakukan pemeriksaan yang perlu dipastikan adalah berapa hari
onset si pasien mengalami gejala demam /gejala klinis .

- Ns1 adalah pemeriksaan yang perlu dilakukan apalagi pada
pasien yang megalami gejala Demam/klinis lain < 3 hari, dikarenakan
Early detection sangatlah penting untuk menentukan pengobatan (terapi
supportif) yang tepat (cegah Resistensi antibiotik), serta pemantauan
pasien dengan segera.

- Tanpa meninggalkan pemeriksaan Dengue serologi karena
pemeriksaaan NS1 bersifat komplementer (saling menunjang), terkhusus
apabila didapatkan hasil Ns1 (-) dan gejala infeksi tetap muncul.

- Penggunaan Dengue IgG / IgM juga diperlukan bagi dokter
penganut paham "infeksi sekunder dapat menyebabkan infeksi yang
lebih berat dan memerlukan penanganan yang berbeda dengan infeksi
primer"

- Reagen yang digunakan oleh Prodia adalah Biorad, dengan
kelebihan tidak adanya Cross reaction.

- Dengan adanya Spesifisitas 100% dan sensitivitas 92.3%. Dengan
dcmikian pomakaian pemeriksaan ini akan dapat meningkatkan sensitivitas
dan spesifisitas untuk diagnosis infeksi dengue.

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

[ Forum Kesehatan : http://www.medisiana.com ]Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:dokter_umum-digest@yahoogroups.com
mailto:dokter_umum-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
dokter_umum-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: