wa'alaikumsalam wr. wb. Didi,
Anda termasuk orang yang punya masalah dengan perut dan pencernaan,
misalnya sering merasa kembung, sendawa, atau pun buang angin, sebaiknya
waspada. Bisa jadi Anda termasuk salah satu orang yang kekurangan enzim
pencernaan.
Perut yang terasa penuh akibat timbulnya gas berlebihan di dalam sistem
pencernaan, baik di dalam lambung, usus halus dan usus besar kerapkali
dianggap masyarakat umum sebagai problem atau gejala sakit maag. Padahal
gejala itu belum tentu maag, melainkan bisa juga gangguan lain misalnya
kekurangan enzim.
Gejala klinis gangguan saluran cerna bisa sangat beragam apakah itu di
saluran cerna atas atau bawah. Jadi untuk memastikannya, jangan
mengambil kesimpulan dan mengobatinya sendiri, tetapi sebaiknya memang
harus melalui pemeriksaan dokter.
Namun begitu, ada pula beberapa gejala yang mudah dikenali bila Anda
memang mengalami gangguan seperti misalnya kekurangan enzim atau sindrom
malabsorbsi atau maldigesti.
Gejalanya seperti kembung pada perut, nafsu makan menurun, diare, perut
tidak nyaman atau suara usus meningkat karena adanya gas yang
berlebihan.
Sindrom ini terjadi karena adanya penyerapan makanan yang terganggu
akibat kurangnya enzim pencernaan. Tanpa enzim yang cukup dalam
pencernaan, makanan tidak bisa diserap oleh usus sehingga proses
metabolisme terganggu.
gangguan enzim (maldigestasi) ini merupakan penyebab utama diare kronik
non infeksi yakni prosentasenya mencapai 62,6 persen.
Penyebab gangguan enzim ini bisa beragam mulai dari faktor genetika
seperti misalnya banyak orang Indonesia yang kekurangan enzim laktese,
gangguan pankreas hingga faktor usia yang menyebabkan produksi enzim
tubuh semakin menurun.
Gangguan enzim bisa terjadi pada seseorang biasanya ketika makan
berlebihan atau terlalu banyak, terutama lemak. Atau bisa pula
disebabkan pola makan yang buruk seperti terburu-buru atau meningkatnya
asam lambung sehingga menghalangi fungsi enzim.
Untuk mengetahui adanya ganggun enzim, dokter biasanya melakukan
pemeriksaan mulai dari wawancara, periksa fisik hingga tes darah dan
feses di laboratorium. Biasanya dokter akan memberi obat-obatan, vitamin
dan mineral atau pun enzim pencernaan.
Untuk mengatasinya juga bisa dilakukan dengan cara suplementasi enzim
atau menerapkan diet atau pola makan yang tepat seperti mengurangi
konsumsi makanan berlemak seperti daging, coklat atau keju.
sekian dari saya and semoga bermanfaat yaa,,..
wassalam,
irma
On Mon, 2008-10-20 at 10:16 +0700, Didi Hadiyanto wrote:
> As.Wr.Wb
> Dears All
>
> Saya mengalami "Sendawa" yang cukup sering, terlebih selepas
> makan...( Makan apa aja )
> Tetapi saya tidak ada keluhan dengan lambung ( Perih, mual, kecuali
> kembung )
> Mohon pencerahannya, Kenapa bisa Sendawa sesering itu ?
> Trus...apa obatnya ya...?
> Demikian n terima kasih sebelumnya
>
> Wasalam
> Dd Hadiyant
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
------------------------------------
[ Forum Kesehatan : http://www.medisiana.com ]Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:dokter_umum-digest@yahoogroups.com
mailto:dokter_umum-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
dokter_umum-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar