Para Member Milis yg terhormat, terutama Para Dokter, kami mohon
bantuan segera.
Mertua laki-laki kami, umur 58 tahun kemungkinan terkena struk
ringan. Gejalanya tidak bisa bicara (seperti orang cadel, semakin
hari semakin cadel) dan sering mengalami kesemutan. Beliau punya
penyakit asam urat mungkin sejak 5 tahun lalu dan ketahuan kadar
gulanya tinggi pada bulan lalu.
Atas inisiative saya dan istri, Rabu (18/2) lalu kami bawa beliau ke
RS Fatmawati langsung ke poli syaraf, oleh dokter si pasien diminta
untuk rawat inap. Namun sayang saat itu semua kamar kelas 1, 2, 3
penuh (mungkin juga kelas VIP) dan kami diminta menunggu sampai jam
14, tapi tetap saja kamar tidak ada hingga akhirnya kami pulang ke
rumah. Hari itu kami sempat lakukan rontgen di dada dan tidak sempat
CT Scan karena antrian sudah banyak. Hasil rontgen diambil esok
harinya dengan hasil paru / jantung kondisi bagus, menurut seorang
dokter ahli radiologi. Untuk info bahwa Bapak Mertua kami berhenti
merokok 15 tahun lalu dan sangat suka makanan berkolesterol tinggi.
Bila terkena serangan asam urat, beliau selalu minum jamu di warung
jamu, lalu sembuh.
Malam harinya kami bawa mertua kami itu ke pengobatan alternative
(atas saran saudara kami). Di sana pasien diurut oleh ahlinya dan
diberikan obat. Kami bayar sejumlah Rp. 100,000. Oleh si ahli
pengobatan alternative ini kami diminta datang kembali satu minggu
kemudian.
Kemudian tadi pagi (20/2) datang lagi seorang ahli pengobatan
alternative lain (atas rekomendasi saudara kami yang lain) dan lagi-
lagi Bapak Mertua kami diurut dan kami membayar Rp. 100,000. Si ahli
pengobatan tradisional ini akan datang intensive setiap hari hingga
pasien sembuh.
Bisakah pengibatan alternative dengan cara diurut seperti history di
atas disebut theraphy? Bagaimana solusinya supaya Bapak Mertua kami
yang sangat kami sayangi ini bisa sembuh dan menjalankan hidupnya
normal kembali seperti minggu-minggu yang lalu? Jujur saja, semula
kami berencana laksanakan pengobatan rawat inap di RS, tapi kami
sekarang berubah pikiran dikarenakan ketakutan kami akan biaya yang
sangat besar, dan tidak ada dari keluarga kami yang bisa menunggui
beliau setiap hari selama rawat inap di RS.
Kami mohon bantuan Para Pembaca untuk solusinya. Sekarang kami
tertarik pada theraphy yang intensive di RS Fatmawati, namun tanpa
harus rawat inap, bisakah? Adakah? Kira-kira berapa biayanya dan
berapa lama? Kami tidak masalah bila harus lakukan CT Scan dulu
sebelum theraphy.
Demikain kami sampaika. dan terima kasih telah sempatkan waktu baca
message ini.
YULIAN
------------------------------------
[ Forum Kesehatan : http://www.medisiana.com ]Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:dokter_umum-digest@yahoogroups.com
mailto:dokter_umum-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
dokter_umum-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar