Hello Diah,
Ada 125 posting terkait dg soy juice, yg barangkali lebih menjawab
adalah posting dg nomor:
12127: http://health.groups.yahoo.com/group/dokter_umum/message/12127
Disini saya singgung akan bahya yg terjadi yg pernah saya kemukakan dulu
disalah satu milis yg akirnya membaut saya di banned karena katanya
menakutkan para ibu2 muda yg m erasa dsanya merekomendasikan soy fromula
buat baby mereka n kata nya safe.
tetyapi kemudian selang bebrapa tahun kemudian WHO mencanangkan dg
alasan asi ekslusiv, bahwa Soy fromula baru boleh diebrikan setelah 6
bulan ekslusive ASI.
baiklah menurut saya dari pada tdk ada laranmgan sama sekali bukan,
tetapi toh hasilnya sdh bisa dirasakan anak sekarang?
dari: British Medical Journal December 8, 2001;323:1317-1318 yg saya
post kan di millis dg nomor: 11160
http://health.groups.yahoo.com/group/dokter_umum/message/11160
Silahkan anda baca sendiri karena tertera dg jelas dlm journal tersebut
dg judul:
Soy is an Endocrine Disrupter and Can Damage Your Child's Health
Satu lagi: pada popsting nomor: 11159
http://health.groups.yahoo.com/group/dokter_umum/message/11159
dg judul: Soy Phytoestrogens -- They Can Actually Promote Cancer!
Do phytoestrogens prevent cancer?
Posting nomor: 10275
http://health.groups.yahoo.com/group/dokter_umum/message/10275
Merupakan penjelasan mengenai : Kedelai Picu Infertilitas
Sallam,
Diah wrote:
> Maaf Pak, apa bahaya Soy yang dibuat menjadi susu?
> Terima kasih.
>
> cheers,
> -diah-
> ----- Original Message -----
> From: "Dr.(Naturopathy) Ir. Donny Hosea MBA. PhD." <puyuh23@indo.net.id>
> To: <dokter_umum@yahoogroups.com>
> Sent: Sunday, March 15, 2009 1:34 PM
> Subject: Re: [Dokter Umum] Jangan minum air di dalam botol yg ditinggal di
> mobil !!
>
>
>
>> Hello Imam,
>> "apakah perlu membuat Gerakan Anti AMDK Botol Plastik?"
>>
>> Saya pikir persoalanya tdk bisa demikian, karena ada alasan tertentu
>> drai produsen utk menggunakan botol plastik, karena bagus keliahatnnya
>> misalnya, kemudian mudah dipindah2akan tanpa pecah dlsbnya.
>> Dari sisi evidenbase, selama casenya tdk bisa dicatat sebanyak 10% dari
>> total pengguna, make tdk bisa di persoalkan.
>> jadi sebenarnya bagaimanakah kita menyikapi suatu hal, demi kebaikan
>> tubuh kita sendirilah yg bisa dikerjakan, sambil menunggu waktu berjalan
>> n memberikan hasilnya.
>> Sebagai contohnya, hasil bisphenol yg postive berkorelasi dg obesitas
>> misalnya baru belakangan ini saja yg di sadari setelah mengalami
>> pengambilan sample sekian puluh tahun dari anak yg menggunakan botol
>> plastik serta menggunakan susu kaleng baru bisa dijabarkan demikian.
>> nah kalau mau melihat penggunaaan AMDK ya mesti mengikuti baik
>> pengisian, distribusi, n org2 yg menggunakanya, didata sekian tahun dg
>> pemeriksaan kesehatannya, tetapi juga banyak faktor variable yg terkait
>> disana, misalnya makanan n envi dimana ia hidup turut berperan.
>> Jadi yg bijaksana adalah bila apa yg anda dengar, n itu kemudian masuk
>> akal sehat ttg kemungkinan yg ada, maka tdk salah anda berhati2 n
>> memproteksi diri agar tdk mengalami hal yg membahayakan tubuh sendiri;
>> karena walau pun bagaimana, preventive akan jauh lebih baik dari sdh
>> kejadian baru mau diperbaiki.
>> (kejadian yg sama ketika saya berbicara ttg bahaya soy yg dibuat sebagai
>> susu yg kemudian setelah sekain tahun mulai terasa dampaknya, pada hal
>> waktu itu saya dianggab meng ada2)
>> Sallam,
>>
>>
>>
>> Imam wrote:
>>
>>> Dr. Donny yth,
>>>
>>> Terima kasih atas informasinya yang sangat berguna. Ternyata air yang
>>> selama ini kita anggap baik dan kita beli mahal2 malah merugikan
>>> kesehatan ya...
>>>
>>> Kenapa ya pemerintah atau YLKI tidak menginformasikan hal ini kepada
>>> masyarakat luas? Pemerintah bertanggung jawab untuk memajukan industri
>>> guna menyediakan lapangan pekerjaan bagi rakyatnya, namun seharusnya
>>> pemerintah juga mengawasi secara ketat industri yang ada agar
>>> menghasilkan produk2 berkualitas yang memperhatikan aspek2 kesehatan
>>> masyarakat dan lingkungannya..
>>>
>>> Saya pernah membaca buku "Saatnya Dunia Berubah" yang ditulis oleh
>>> Menteri Kesehatan RI, Ibu DR.Dr Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K), yang
>>> ulasannya dapat dibaca:
>>>
>>> Posted on May 4, 2008 |
>>>
>>> Senyumnya ramah. Bicaranya lembut. Namun, jangan kaget kalau ia bisa
>>> berapi-api ketika berbicara mengenai kesewenang-wenangan dan penindasan
>>> negara kaya, lembaga internasional, serta kapitalis vaksin terhadap
>>> negara miskin. Dialah DR.Dr.Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K), Menteri
>>> Kesehatan RI, yang kini sedang menjadi sorotan dunia karena gebrakannya
>>> dalam melawan dominasi WHO (World Health Organization) dan Barat (Amerika
>>> Serikat).
>>>
>>> Ceritanya bermula dari paksaan WHO terhadap Indonesia agar mengirimkan
>>> virus flu burung H5N1 strain Indonesia yang melanda negeri ini dua tahun
>>> lalu ke WHO Collaborating Center (CC) untuk dilakukan risk assesement,
>>> diagnosis, dan kemudian dibuatkan seed virus. Entah bagaimana caranya,
>>> virus asal Indonesia itu berpindah tangan ke Medimmune dan diolah menjadi
>>> seed virus. Hebatnya, seed virus ini diakui sebagai miliknya karena
>>> diolah dengan teknologi yang sudah mereka patenkan. Indonesia, yang
>>> memiliki virusnya tidak punya hak apa-apa. Padahal, dengan seed virus
>>> inilah perusahaan swasta itu membuat vaksin yang dijual ke seluruh dunia
>>> dengan harga mahal.
>>>
>>> Saatnya Dunia Berubah - Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung.Bagi Siti
>>> Fadilah, hal ini aneh. Yang memiliki teknologi mendapatkan hak amat
>>> banyak. Sebaliknya, yang memiliki virus tidak dapat apa-apa. "Sehebat
>>> apapun teknologi Medimmune, jika ditempelkan di jidatnya kan tidak akan
>>> menghasilkan seed virus H5N1 strain Indonesia," kata lulusan kedokteran
>>> Universitas Gadjah Mada yang juga lulus program doktor di Universitas
>>> Indonesia itu dalam bukunya yang berjudul Saatnya Dunia Berubah - Tangan
>>> Tuhan di Balik Virus Flu Burung.
>>>
>>> Apa yang terjadi di Indonesia ternyata juga dialami negara miskin lain.
>>> Negara yang terjangkit penyakit, dipaksa mengirimkan virusnya ke WHO CC
>>> melalui skema GISN (Global Influenza Surveilance Network). Namun bukannya
>>> dimanfaatkan untuk kesehatan seluruh dunia, virus itu malah
>>> disalahgunakan oleh negara kaya untuk membuat komoditas dagang, antara
>>> lain dalam bentuk vaksin. Bahkan ada kemungkinan dijadikan senjata
>>> biologis. Celakanya, negara miskin sering kesulitan mendapatkan vaksin
>>> tersebut karena sudah diborong negara lain yang belum terkena virus
>>> tersebut untuk pencegahan.
>>>
>>> Kalau posisinya seperti itu, Siti Fadilah berpraduga, negara kaya akan
>>> berusaha menciptakan virus baru untuk dilemparkan ke negara miskin.
>>> Kemudian negara miskin mengirim virus baru tersebut ke WHO. Dan
>>> selanjutnya WHO akan mengirim virus ke negara kaya untuk dibuatkan
>>> vaksinnya. Dus, negara kaya pun memiliki komoditas dagang virus baru.
>>>
>>> "Siklus itu akan berputar seumur hidup," kata spesialis jantung dan
>>> pembuluh darah ini. Negara miskin akan sakit terus, sakit dan sakit.
>>> Siklus yang tak berujung ini bak lingkaran setan. Celakanya, ketika
>>> negara miskin makin terpuruk gara-gara virus, negara kaya datang bak dewa
>>> penolong dengan memberikan sumbangan yang tidak seberapa dibanding
>>> keuntungan mereka dari berdagang vaksin.
>>>
>>> Siti Fadilah melihat ketidakadilan itu — yang ternyata sudah berlangsung
>>> selama 60 (enam puluh) tahun dilakukan oleh WHO. Tergeraklah nuraninya.
>>> Ia sadar, dirinya hanyalah seorang Menteri Kesehatan dari negara bukan
>>> super power. Namun, ia berpikir dan bergerak cepat. Nalurinya mengatakan,
>>> kalau bahwa pemaksaan pengiriman virus ke WHO adalah salah satu kunci
>>> lingkaran setan. Maka kalau ia enggan mengirimkan virus itu, dunia akan
>>> bereaksi. Intuisinya benar. Dunia bereaksi. Negara barat — terutama
>>> pemerintah dari negara penghasil vaksin — geger. Mereka takut virus
>>> tersebut menyebar ke seluruh dunia dan terjadi pandemi.
>>>
>>> Dari sinilah perang Siti Fadilah terhadap penindasan WHO dan negara kaya
>>> dimulai. Ia membuka borok WHO dalam mengelola lalulintas virus dunia.
>>> Perang ini amat menggetarkan, seru dan melelahkan. Maklum, yang dilawan
>>> adalah lembaga dunia yang didukung penuh oleh negara kaya dan berkuasa,
>>> yang bisa berbuat apa saja. Pertempuran itu tergambar begitu bagus di
>>> bukunya. Saya terpukau membaca halaman per halaman. Saya tak mau berhenti
>>> sejenak pun. Terbayang betapa gigihnya Siti Fadilah dan timnya berjuang
>>> di kancah internasional. Pengagum Bung Karno ini tak mengenal kata
>>> mundur. Ia tanpa lelah melobi negara-negara lain untuk mendukungnya.
>>> Setiap anak buahnya mengabarkan bahwa posisinya terjepit di tengah
>>> negosiasi dan kemungkinan besar kalah, ia selalu mengatakan: tidak ada
>>> kompromi. Aturan pengiriman virus ke WHO yang tidak transparan harus
>>> dihapus.
>>>
>>> Perjuangannya berhasil. Ia mampu memaksa WHO berubah. Ia berhasil
>>> menghancurkan lingkaran setan pervaksinan dunia. Kini aturan mainnya
>>> lebih adil, transparan dan setara.
>>>
>>> Adil artinya negara miskin yang mendapat penyakit flu burung mendapatkan
>>> hak atas virus yang dimilikinya. Jika virus itu dibuat vaksin, maka
>>> negara korban akan mendapat haknya atas vaksin sesuai aturan.
>>>
>>> Transparan artinya negara yang menderita maupun negara lain mengetahui
>>> pasti kemana virus itu perginya, diapakan oleh siapa, dan yakin bahwa
>>> virus itu tidak digunakan untik senjata biologis.
>>>
>>> Setara artinya antara pengirim virus dan pembuat vaksin setara, selevel.
>>>
>>> Tak terasa, buku setebal 200 halaman yang diluncurkan 6 Januari 2008 lalu
>>> itu saya khatamkan dalam tempo empat jam.
>>>
>>> Dari sinilah saya mulai bangga memiliki seorang menteri bernama Siti
>>> Fadilah. Ia bukan hanya menteri. Ia juga ilmuwan yang sudah menghasilkan
>>> 150-an karya ilmiah dan meraih berbagai penghargaan (antara lain: Best
>>> Young Investigator Award pada Kongres Kardiologi di Manila, Filipina,
>>> 1998. T. Best Young Investigator Award pada Konferensi Ilmiah tentang
>>> "Omega 3″ di Texas, Amerika Serikat, 1994. Serta Antony Mason Award
>>> dari University New South Wales, Sidney, Australia).
>>>
>>> Namun, lebih dari itu, dalam kasus melawan WHO dan AS, ia menujukkan diri
>>> sebagai seorang negosiator tangguh dan "diplomat" ulung yang mengangkat
>>> harkat bangsa Indonesia di kancah dunia.
>>>
>>> Jangankan saya, pihak luar pun sangat bangga dengannya. Dengarlah apa
>>> kata majalah top dunia seperti The Economist (6 Agustus 2006):
>>>
>>> "For the sake of basic human interest, the Indonesian government declares
>>> that genomic data on bird flu viruses can be accessed by anyone. With
>>> those words, spoken on August 3rd (2006), Siti Fadilah Sapari started a
>>> revolution that could yet save the world from the ravages of pandemic
>>> disease. That is because Indonesia's health minister has chosen a weapon
>>> that may prove more useful than todays best vaccines in tackling such
>>> emerging threats as avian flu: transparency."
>>>
>>>
>>> Namun puteri Solo kelahiran 6 Nopember ini sadar, perjuangan belum
>>> selesai. "Saya sedang membuat buku kedua," katanya kepada saya setelah
>>> acara talkshow di SmartFM Jakarta Jumat lalu (2 Mei 2008).
>>>
>>> http://www.sudutpandang.com/inspiring-person/siti-fadilah-sapari-menghancurkan-lingkaran-setan-dunia/
>>>
>>> Terinspirasi hal tersebut, Menurut Dr.Donny, apakah perlu membuat Gerakan
>>> Anti AMDK Botol Plastik?
>>>
>>> Hidup hanya sebentar, alangkah baiknya kalau kita dapat memberikan
>>> sedikit sumbangsih bagi sesama.....
>>>
>>> Salam,
>>> Imam
>>>
>>>
>>>
>>> ----- Original Message -----
>>> From: Dr.(Naturopathy) Ir. Donny Hosea MBA. PhD.
>>> To: dokter_umum@yahoogroups.com
>>> Sent: Saturday, March 14, 2009 7:23 PM
>>> Subject: Re: [Dokter Umum] Jangan minum air di dalam botol yg ditinggal
>>> di mobil !!
>>>
>>>
>>> Hello,
>>> Jawaban saya sederhana, kita tdk bisa mengharuskan produsen agar selalu
>>> memperhatikan kesehatan kita bukan?
>>> Yg jelas bila kita sdh mengerti ttg yg mana yg baik n yg mana yg tdk
>>> baiik, tentu kita akan berusaha utk memberikan kepada tubuh kita dg
>>> sesuatu yg baik.
>>> Nah saya sendiri sdh menghentikan berkonsumsi air kemasan dlm botol,
>>> sejak 2002 n menggunakan air yg diolah dari air pdam dg menggunakan
>>> system penyulingan n system reversal osmosa buat digunakan baik masak
>>> maupun minum serta keperluan lain seperti mencuci mata dlsbnya termasuk
>>> perbaikan tubuh mereka yg mengalami gangguan kulit.
>>> jadi barangkali kalau anda mau bisa saja anda menggunakan hal yg sama.
>>> Yg jelas sekitar 1990, saya mengalami batu ginjal yg disebabakan oleh
>>> air kemasan, yg kemudian baru saya ketahui bahwa kadar TDS nya hampir
>>> sama dg air pdam, maka jelaslah bahwa endapan tadi bisa saja mengendap
>>> di ginjal saya, dan belakangan juga baru saya ketahui bahwa air
>>> tersebut
>>> karena terikat standard ISO / SII, yg mengharuskan pH ny adalah 7,
>>> mealkukan pencampuran dg bahan kimia agar tercapai besaran yg sesuai dg
>>> standard tersebut.
>>> Ketikla baru2 ini saya kembali mengkonsumsi merek tersebut yg dlm
>>> kemasan gelas plastik, maak hasilnya terjadi reksi tubuh yg membuat
>>> saya
>>> migraene selama 1 hari penuh hanya gara2 2 gelas air tersebut.
>>> Sementara penyimpanan air utk konsumsi dilakukan baik utk mandi pun
>>> menggunakan bahan metal, tdk menggunakan bahan plastik, sedangkan utk
>>> minum menggunakan botol2 terbuat dari bahan kaca, termasuk tempat
>>> minum,
>>> dari keramik atau pun gelas2 kaca utk mengurangi efek karsinogenik bagi
>>> tubuh kami semua.
>>> Sallam,
>>>
>>> Imam wrote:
>>> > mau tanya lebih lanjut donk....
>>> >
>>> > Bagaimana cara kita memastikan bahwa Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)
>>> yang kemasannya terbuat dari plastik, aman untuk di konsumsi? karena
>>> dalam setiap proses distribusi AMDK tersebut pasti akan menggunakan jalan
>>> darat dengan di angkut oleh kendaraan bermotor (truk bos or else...) dan
>>> terpapar sinar matahari selama dalam perjalanannya??? apakah ini artinya
>>> bahwa setiap orang yang pernah minum AMDK sudah tercemar karsinogenik?
>>> lalu apa tindakan yang harus kita lakukan selanjutnya?
>>> >
>>> > mohon pencerahannya.
>>> >
>>> > salam,
>>> > FRBIM
>>> >
>>> > ----- Original Message -----
>>> > From: Dr.(Naturopathy) Ir. Donny Hosea MBA. PhD.
>>> > To: dokter_umum@yahoogroups.com
>>> > Sent: Friday, March 13, 2009 2:23 PM
>>> > Subject: Re: [Dokter Umum] Jangan minum air di dalam botol yg
>>> ditinggal di mobil !!
>>> >
>>> >
>>> > Hello,
>>> > Mestinya kalimat nya berbunyi:
>>> > Jangan tinggalkan botol air minum anda yg terbuat dari plastik apa
>>> pun
>>> > dan berisi air didalam mobil yg rawan terkena panas,
>>> > karena panas yg terjadi memicu botol air utk mengeluarkan bahan2
>>> > tertentu yg akan bercampur dg air minum anda yg terisi pada botol
>>> > tersebut, n akan menajdikan racun bagi tubuh anda yg bisa menimbulkan
>>> > cancer.
>>> > Sebenarnya tdk hanya botol air, tetapi botol pencampur susu anak,
>>> tempat
>>> > minum anak, semuanya yg terbuat dari plastik adalah rawan
>>> karsinogenik
>>> > jadi anjuranya adalah tdk minum atau membuat minuman panas dg wadah
>>> > palstik jenis apa pun.
>>> > Demikian juga dg botol plastik berisi air yg bisa terpanskan atau
>>> > menjadi panas, di mobil, di motor, di becak, di etalase, di jendela
>>> > rumah dan di di lainnya bisa membuat hal demikian, termasuk
>>> memanaskanya
>>> > di small heater sebagai penghangat minuman.
>>> > Sallam,
>>> >
>>> > ekonovich kurnianovsky wrote:
>>> > > Beritahukan informasi ini ke semua wanita anda kenal, karena ini
>>> sangat berbahaya, jangan minum botol air yg ditinggal di mobil karena
>>> botol air yg kepanasan di dalam mobil, dapat menyebabkan terlepasnya
>>> bahan kimia yg ada di plastik botol yg bernama dioxin. tercampur ke dalam
>>> air bahan kimia ini sangat berbahaya bagi sel2 tubuh kita, karena bisa
>>> menyebabkan kanker terutama kanker payudara.
>>> > >
>>> > > Ini yg menyebabkan artis Sheryl Crow terkena kanker payudara, dia
>>> bercerita dalam sebuah acara talk show di Amerika,dan mengatakan hal yg
>>> sama tentang botol yg ditinggalkan di dalam mobil
>>> > >
>>>
>>>
>> --
>>
>> "Absolutely Drug less Health Care solution Organization"
>>
>>
>>
>> ------------------------------------
>>
>> [ Forum Kesehatan : http://www.medisiana.com ]Yahoo! Groups Links
>>
>>
>>
>>
>
>
>
> ------------------------------------
>
> [ Forum Kesehatan : http://www.medisiana.com ]Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
--
"Absolutely Drug less Health Care solution Organization"
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
[ Forum Kesehatan : http://www.medisiana.com ]Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:dokter_umum-digest@yahoogroups.com
mailto:dokter_umum-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
dokter_umum-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar