1. Psikosomatis adalah gejala yang timbul akibat adanya dorongan pikiran biasanya stress, sehingga timbul gejala menyerupai penyakit tertentu, tetapi setelah diperiksa pemeriksaan penunjang, hasil normal.
2. Gairah sex terlalu tinggi jarang mengakibatkan gangguan psikosomatis (bukan tidak mungkin)
3. Seks yang tidak tersalurkan tidak menyebabkan kanker atau penyakit sejenis.
4. Terlepas dari masalah agama, sebaiknya memang dilampiaskan dengan masturbasi / onani daripada dilakukan dengan sex yang tidak bertanggungjawab.
Regards
Harbanu aKa BigDoc
Sent from my BigDoc's Device...
-----Original Message-----
From: "hanadwi40" <hanadwi40@yahoo.com>
Sender: dokter_umum@yahoogroups.com
Date: Sun, 15 Jan 2012 10:09:45
To: <dokter_umum@yahoogroups.com>
Reply-To: dokter_umum@yahoogroups.com
Subject: [Dokter Umum] Psikosomatis?
Saya wanita usia 38 th. Sejak setahun terakhir ini saya kerap mengalami gangguan kesehatan. Menurut dokter, itu psikosomatis. Tapi saya bingung, gejala yang saya rasakan bisa muncul saat saya stres atau sebaliknya saat saya bergairah (termasuk gairah dalam hal seks). Gejala yg sy alami: di tangan dan kaki terasa seperti gemetar padahal jika dilihat tidak tampak gemetar, dada berdebar-debar, tenggorokan terasa tercekat, lambung terasa agak perih seperti org lapar tapi tidak enak spt maag terasa mual dikit. Yang hendak saya tanyakan:
1. Benarkah saya terkena psikosomatis?
2. Benarkah bila gairah seks meningkat tinggi dan tidak tersalurkan (krn saya belum menikah) bisa menyebabkan psikosomatis?
3. Gairah seks yang menggebu namun tidak tersalurkan apakah bisa berakibat menjadi penyakit tertentu, misal kanker atau stroke atau lainnya?
4. Bagaimana cara menanggulangi psikosomatis seperti ini? Atau bagaimana cara menanggulangi gairah seks yang tinggi tetapi tidak perlu pakai masturbasi atau onani karena katanya cara itu dosa?
Mohon informasinya. Terimakasih.
[Non-text portions of this message have been removed]


Tidak ada komentar:
Posting Komentar