Google
 

26 April 2012

Re: [Dokter Umum] Soal SOP

 

Saya pernah punya pengalaman dengan salah sati profesor di universitas dimana saya didik. Pada saat saya mengerjakan suatu tugas dari beliau, saya kebingungan terhadap suatu penatalaksanaan penyakit, ada perbedaan antara american guideline dan european guideline.
Perbedaan tersebut terletak dalam beberapa penilaian kriteria penyakit tersebut dan permulaan terapinya.
Saat itu saya bertanya yang mana yang benar. Dan beliau mengatakan kepada saya, keduanya adalah benar tidak ada yang salah. Dan semua itu sudah di buktikan secara ilmiah. Sehingga dokter dokter yang berada di kedua daerah tersebut dapat menggunakan sop nya masing2. Dan patut di ketahui tidak ada pertentangan di antara keduanya. Dan bagaimana dengan saya yang harus membawakan topik tersebut pada saat itu, beliau menyarankan untuk menampilkan keduanya. Tapi meminta saya untuk menentukan jika saya yang menerapi pada kaidah mana saya akan berpacu.
Jika di ibaratkan dengan obat yang diberikan pada isk. Isk sendiri banyak macamnya, apakah termasuk PMS atau bukan. Perbedaan yang di ambil mungkin dilandaskan atas
1. Dokter d RS B beranggapan. Untuk apa di suntikkan ceftrixone jika memang masih ada obat oral yang bisa di , dan mengurangi tindakan invasif terhadap pasien
2. Dokter d RS A beranggapan, lebih baik disuntik kan sekali saja, mengingat kepatuhan minum obat orang indonesia masih kurang baik.

Setuju dengan dokter alim bahwa kita berhak memberi saran ataupun tidak menyetujui dengan treatment yang di ambil oleh pasien, namun kita tidak akan bisa melarang mereka. Itu adalah hak pasien yang konsekuensinya akan di tanggung sendiri olehnya.
Yang perlu di pahami oleh awam / pasien sendiri adalah. Cari tahu dulu jika ingin melakukukan sesuatu. Saat ini sudah gampang sekali untuk mengakses dan mencari tahu ilmu2 pengetahuan. Akan tetapi jika dari website, maka kita harus pintar pintar mengambil dari sumber yang dapat di
Percaya.
Salam sehat

Dr. Andi ARK

Sent from my iPad

On 27 Apr 2012, at 11:32, dr.alim@ymail.com wrote:

> Sangat menarik membicarakan SOP. Benarkah SOP adalah (satu-satunya) sumber kebenaran?
>
> Di post yll sy menuliskan bahwa dalam herarki ilmu ada urutan sebagai berikut: epistemologi-ontologi-aksiologi, filsafat ilmu, ilmu, sains, metodologi, metode, guideline, SOP.
> Artinya, dengan metode yg berbeda, akan menghasilkan SOP yg berbeda. Apalagi kalau epistemologi yg beda, sangat mungkin menghasilkan filsafat ilmu, ilmu, sains, metodologi, metode, guideline dan SOP yg beda pula.
> Yg mana yg benar? Tergantung dari mana kita beranjak berpikir.
> Soal SOP, sangat mungkin SOP berbeda antara satu RS dan RS lain padahal metodenya sama. Misal, di RS A, utk infeksi saluran kencing pakai ceftriakson, sementara RS B melarangnya. Yg mana yg benar? Kalau kita pake logika aristotelian, harus salah satu yg benar karena A tidak sama dengan B, maka jika A benar, maka B salah. Ya, begitulah cara berpikir kita, aristotelian!
> Padahal jika ditelisik knapa beda, ternyata memang ditemukan pola bakteri yg beda antara RS A dan RS B pada kasus infeksi saluran kencing. Ini kisah nyata, diceritakan saat seminar urologi di jogja minggu lalu. So, semua benar. Kalau anda menggunakan ceftriaxon di RS B, anda salah, padahal di RS A benar.
> Nah, saya menghimbau kepada sejawat dokter untuk memberlakukan SOP dengan bijak. Semua guideline dan SOP ada ilmu di belakangnya. Kalau dalam bahasa agama Islam, semua hukum fiqh ada landasan ushul fiqhnya. Ada Basic Sciencenya. (Sy paham sekali bahwa di milis ini DR.Donny banyak berbicara di ranah basic science ini.)
>
> Begitu pula dalam memberlakukan local wisdom. Tidak boleh serta merta dicap sebagai mitos, pameo, non-ilmiah dan oleh karena itu salah. Dulu orang ilmiah menyalahkan orang2 yg mandi di sumber air panas utk menyembuhkan peny gatal. Mitos, syirik, tidak ilmiah. Lama kelamaan orang tahu bahwa air itu mengandung belerang yg bisa digunakan utk menyembuhkan peny gatal. Ya gitulah perkembangan pengetahuan manusia.
>
> Ini tidak berarti bahwa saya melepaskan Evidence Based Medicine. EBM adalah konsekuensi logis dari sains. Namun sy juga tidak bisa acuh terhadap kebenaran yg masih tersimpan di perut bumi dan di kolong langit.
>
> Soal pilihan orang akan mencari kebenaran (utk kesehatan) melalui jalan yg beda2, melalui kedokteran barat, timur, utara atau selatan, adalah hak setiap manusia. Bagi saya sebagai dokter, sy akan menganjurkan pasien kepada metode2 yg saya pahami bahwa itu benar, dan melarang jika itu membahayakan. Tapi semua pilihan kembali ke pasien. Sy tak berhak memaki pasien sy hanya karena piihannya berbeda dgn saya.
>
> Semoga bermanfaat
>
> Alim
>
> ______
> Powered by Telkomsel BlackBerry�
>

__._,_.___
Recent Activity:
[ Forum Kesehatan : http://www.medisiana.com ]
.

__,_._,___

Tidak ada komentar: