Google
 

24 Desember 2008

[Dokter Umum] Tangkal Flu Tanpa Antibiotik

Tangkal Flu Tanpa Antibiotik
Senin, 22 Desember 2008 | 23:51 WIB

DINGINNYA udara di musim penghujan membuat tubuh mudah terkena flu dan
batuk. Kurangi aktivitas dan hati-hati memilih obat flu. Jangan sampai kuman
di tubuh malah jadi kebal obat.

Meski tidak setiap hari, udara masih sering lembab. Keadaan ini akan
mempengaruhi tubuh kita. Sebaiknya kita tetap hati-hati dan menjaga stamina
supaya tidak mudah terkena penyakit musiman. Kalau tenggorokan mulai sakit,
gatal sehingga batuk berkali-kali, juga bersin-bersin, berarti penyakit
musiman itu mulai mampir di tubuh kita. Trio gejala ini menjadi petunjuk
kalau flu dan pilek sedang menyerang.

Batuk yang menyertai flu sebetulnya merupakan cara tubuh mempertahankan diri
dari adanya alergen atau barang asing yang masuk ke tubuh. Dalam hal ini,
alergen yang berupa virus itu bersarang di saluran napas. Tubuh lalu
merespon dengan mengeluarkan lendir. Tak heran, di saat flu ada cairan yang
keluar dari hidung.

Selain trio gejala tersebut, serangan flu atau influenza juga ditandai
adanya demam mendadak dengan suhu tubuh antara 38 sampai 40 derajat Celsius,
disertai sakit kepala, nyeri otot, dan badan terasa lemah. Bahkan,
kadang-kadang disertai rasa mual, ingin muntah, dan diare.
Keadaan ini membuat si sakit akan menderita dan tak ingin beranjak dari
tempat tidur.

Selalu Bermutasi
Flu sangat mudah menyebar. Virus penyebabnya senang sekali berkeliaran ke
segala arah, lewat cairan yang dikeluarkan penderita saat batuk dan bersin.
Penyakit yang menyerang saluran pernapasan atas ini biasanya berlangsung
selama 3-5 hari. Namun, bisa lebih lama bila Anda tidak menjaga kondisi
badan.

Menurut Prof. Dr. Iwan Darmansjah, Sp.Fk., farmakolog dari FKUI, flu dan
pilek sebenarnya hanya perlu pengobatan sederhana. Si sakit harus banyak
istirahat, dan tak boleh banyak bicara. Olahraga sebaiknya dihentikan dulu.

Obat diperlukan sejauh untuk mengurangi pilek, batuk, panas, serta gejala
lain yang berupa nyeri otot. Obat flu perlu mengandung campuran obat demam
(parasetamol, ibuprofen), komponen pilek (efedrin, pseudo-efedrin, atau
fenilpropanolamin) untuk mengeringkan hidung, dan komponen obat batuk
(dekstrometorfan atau noskapin).

Flu bisa dicegah dengan vaksinasi. Namun, tidak selamanya vaksinasi mampu
menghadang virus flu. Ini karena virus flu selalu bermutasi, membentuk versi
baru yang lain dari generasi sebelumnya.

Vaksinasi pada dasarnya hanya membantu meningkatkan kekebalan tubuh.
Biasanya vaksinasi sangat dibutuhkan untuk mereka yang berusia di atas 65
tahun, penderita asma, jantung atau penyakit ginjal, juga yang menderita flu
sangat berat.

Vaksinasi juga sering dibutuhkan bila kita sedang berada di tempat lain,
yang iklimnya berbeda sama sekali dengan wilayah tempat tinggal kita.
Misalnya, mereka yang naik haji butuh sekali suntikan vaksin flu.

Tak Perlu Antibiotik
Prof. Iwan menegaskan, flu atau pilek tidak perlu diobati dengan antibiotik.
Virus flu tidak mempan antibiotik. Bila ada komplikasi infeksi dengan kuman
saja, antibiotik dibutuhkan. Ini pun jarang sekali terjadi. Hanya 5 persen
dari semua kasus flu yang pernah ada.
Kalau kita terbiasa minum antibiotik, bahayanya kuman di tubuh menjadi kebal
terhadap antibiotik. Akibatnya, dosis yang nanti kita gunakan akan semakin
besar. Efek terjelek adalah datangnya kematian bila dosisnya sudah terlalu
tinggi.

Oleh karena itu, bila kita mendapat obat dari dokter sebaiknya menanyakan
jenisnya dan untuk apa. Maksudnya supaya tahu apa yang kita makan. Hal
semacam itu bisa kita tanyakan kepada apoteker saat mengambil obat.

Bila Anda hanya pilek, pilihlah obat bebas yang mengandung komponen pilek
saja. Obat pilek hanya perlu mengandung salah satu, efedrin, pseudoefedrin,
atau fenilpropanolamin saja. Dari ketiganya, efedrin dosis kecil (8-10 mg)
paling baik, fenilpropanolamin paling jelek.

Bila ingin mencampur dengan komponen antihistamin (antialergi), bisa
menggunakan CTM, yang cukup efektif dan murah. Tambahan lain misalnya
vitamin atau obat pengencer dahak tidak mutlak dibutuhkan tubuh. Tergantung
dari kondisi masing-masing individu.

Yang penting, dengan atau tanpa antibiotik flu akan sembuh dalam beberapa
hari hingga seminggu. Bila ternyata tidak reda, sebaiknya segera konsultasi
ke dokter. Yang perlu ditentukan, apakah demam yang diderita tidak
disebabkan oleh penyakit lain, atau apakah obatnya perlu diubah.

Jangan Berselimut Tebal
Bila flu datang, tetap saja tenang. Lakukan beberapa hal berikut supaya
kondisi Anda kian membaik.
- Minumlah air sebanyak mungkin karena Anda akan kehilangan banyak cairan
selama demam berlangsung. Tindakan ini juga bisa membantu menurunkan suhu
tubuh yang meninggi.
- Banyak istirahat. Berbaringlah di tempat tidur dan jangan melakukan
aktivitas apa pun, supaya kondisi tidak memburuk.
- Berhentilah merokok dan minum alkohol.
- Minum obat golongan paracetamol atau aspirin untuk mengurangi demam dan
nyeri otot. Obat golongan ibuprofen juga bisa diasup untuk menghindari
peradangan. Ingat, aspirin tidak diperkenankan diasup oleh anak-anak di
bawah usia 16 tahun.
- Hindari kebiasaan menutup tubuh dengan selimut tebal saat demam. Ini bisa
mengakibatkan udara tubuh yang panas tidak bisa menguap, sehingga suhu tubuh
malah akan naik tinggi. Rasa dingin yang dirasakan akibat panas sedang naik
mendadak.
- Lakukan kompres tidak hanya di kepala karena kontak permukaan kulit
terlalu sempit. Langkah terbaik adalah menyeka seluruh tubuh dengan kain
basah terus-menerus selama 5-7 menit. Menguapnya air dari kulit membuat suhu
tubuh akan menurun. Biasanya dalam waktu 5-7 menit suhu sudah turun.
Sebaiknya tidak menggunakan alkohol untuk kompres karena akan diserap kulit.

- Di malam hari, cobalah tidur dengan kepala dinaikkan sekitar 8 inci atau
15 cm. Langkah ini mencegah lendir masuk ke bagian bawah tenggorokan,
sehingga dapat mencegah terjadinya batuk.
- Bila dalam seminggu kondisi tidak juga mereda, Anda sebaiknya memeriksakan
diri ke dokter.

Biar Virus Tidak Ngendon
Virus flu sangat mudah menular lewat batuk, bersin-bersin, dan cairan yang
dibatukkan yang mengenai anggota badan orang lain. Supaya virus ini tidak
menyebar dan tidak awet ngendon di tubuh, lakukan kiat ini.
- Tutup mulut dan hidung dengan sapu tangan atau tisu saat batuk atau
bersin.
- Jika tak ada tisu atau sapu tangan, gunakan lengan baju bagian atas untuk
menutupinya dan bukan dengan tangan.
- Buang tisu setelah menggunakannya. Jangan digunakan berkali-kali. Demikian
juga dengan sapu tangan. Gantilah sesering mungkin.
- Setelah bersin, cuci tangan dengan sabun dan air atau alkohol, atau
pembersih tangan yang sudah banyak beredar di pasaran.
- Jika perlu, gunakan masker supaya virus tidak menular ke orang lain.

http://www.kompas.com

Regards,

Dr.Lia Brasali Ariefano


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

[ Forum Kesehatan : http://www.medisiana.com ]Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:dokter_umum-digest@yahoogroups.com
mailto:dokter_umum-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
dokter_umum-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: